Kamis, 13 Juni 2024

SITUASI DERAJAT KESEHATAN

 SITUASI DERAJAT KESEHATAN

 

 

3.1       Derajat Kesehatan

Derajat kesehatan yang optimal akan dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur-unsur mortalitas dan yang mempengaruhinya seperti mobiditas dan status gizi. Kualitas hidup yang digunakan sebagai indikator adalah angka kelahiran hidup, sedangkan untuk mortalitas adalah angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup, angka kematian balita per 1.000 kelahiran hidup dan angka kematian ibu per  100.000 kelahiran

.

Angka kematian ibu dan bayi juga merupakan indikator dari tujuan 4 dan 5 Millenium Development Goals (MDGs).

3.1.1.   Angka Kematian

3.1.1.1 Angka Kematian Bayi (AKB)

            Angka yang menunjukan banyaknya kematian bayi usia 0 tahun dari setiap 1.000 kelahiran hidup pada tahun tertentu atau dapat dikatakan juga sebagai probabilitas bayi meninggal sebelum usia satu tahun (dinyatakan dengan per 1.000 kelahiran hdup).

Berdasarkan hasil pencatatan dan pelaporan kematian bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Anjatan dari Tahun 2021 – Tahun 2022 ada kematian bayi


Untuk lebih jelas mengenai trend Jumlah kematian bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Anjatan dari tahun 2021-2022 dapat dilihat pada grafik berikut :

Grafik 3.01

Jumlah Kematian Bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Anjatan

Tahun 2021 – 2022

 

 

 

Pada tahun 2021 ini tidak terdapat kematian bayi, dan untuk tahun 2022 terdapat kematian bayi 2, kematian ini disebabkan oleh asfiksi dan cacat bawaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Grafik 3.02

Penyebab Kematian Bayi

Di Wilayah Kerja Puskesmas Anjatan

Dari Tahun 2021 – 2022

 

3.1.1.2.   Angka Kematian Balita

Konsep definisi angka kematian balita adalah jumlah kematian anak berusia 0 - 4 tahun selama satu tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun ini (termasuk kematian bayi).

Indikator ini terkait langsung dengan target kelangsungan hidup anak dan mereflikasikan kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan anak-anak bertempat tinggal termasuk pemeliharaan kesehatannya angka kematian balita kerap dipakai untuk mengindentifikasi kesulitan ekonomi penduduk.

Berdasarkan pencatatan dan pelaporan kasus kematian anak balita selama tahun 2022  menurut data yang ada di puskesmas Anjatan tidak terdapat kematian balita.

 

 

 

 

3.1.1.3.  Angka Kematian Ibu (AKI)

                          Yang dimaksud dengan kematian ibu adalah kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan, yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh, dan lain-lain.

Program peningkatan jumlah kehamilan yang dibantu tenaga kesehatan, penyiapan system rujukan dalam penanganan komplikasi kehamilan, penyiapan keluarga dan suami siaga dalam menyongsong kelahiran, yang semuanya bertujuan untuk mengurangi angka kematian ibu dan meningkatkan derajat kesehatan reproduksi.

Sedangkan jumlah kasus angka kematian ibu berdasarkan hasil pencatatan dan pelaporan kematian ibu wilayah kerja Puskesmas Anjatan dari tahun 2021 – 2022  menunjukan bahwa, tahun 2021 terdapat 1 orang kematian, Tahun 2022 terdapat 2 orang, disebabkan karena Eklamsi.

Agar lebih jelas mengenai frekuensi jumlah kematian ibu di wilayah kerja Puskesmas Anjatan dari tahun 2021 – 2022 dapat dilihat pada grafik berikut.

 

 

 

 

 

                     Gra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SITUASI DERAJAT KESEHATAN

  SITUASI DERAJAT KESEHATAN     3.1       Derajat Kesehatan Derajat kesehatan yang optimal akan dilihat dari unsur kualitas hidup ...