GAMBARAN UMUM
PUSKESMAS ANJATAN
2.1. Visi
Untuk mendukung
terlaksananya pembangunan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Anjatan,
diperlukan adanya Visi dan Misi Puskesmas sehingga pelaksanaan
pembangunan kesehatan tersebut menjadi terarah.
Sesuai dengan tujuan pembangunan nasional dan tujuan
pembangunan daerah, maka Puskesmas anjatan menetapkan :
VISI :
Menjadikan Puskesmas Anjatan sebagai
pusat pembangunan kesehatan yang bermutu.
MISI :
1.
Memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan profesional
2.
Memberdayakan potensi keluarga dan masyarakat dalam mewujudkan keluarga
sehat dan mandiri
3.
Meningkatkan kerja sama lintas program dan sektoral
Stategi :
1.
Mengembangkan dan menetapkan pendekantan kewilayahan yang solid
ditingkat kecamatan, agar pembangunan berwawasan kesehatan selalu diterapkan
dalam pembangunan di segala bidang.
2.
Meningkatkan kerja sama Lintas Program dan Lintas Sektoral
3.
Mengembangkan dan menerapkan azas kemitraan serta pemberdayaan
masyarakat dan keluarga.
4.
Meningkatkan profesionalisme petugas agar dapat mewujudkan pelayanan
yang efektif, efisien dan berkualitas
5.
Mengembangkan kemandirian masyarakat dalam mengupayakan hidup sehat
Dalam mendukung Visi dan Misi tersebut
Puskesmas Anjatan mempunyai Tata Nilai Puskesmas Anjatan dengan “ SERASI “
SE = Senyum
RA = Ramah,
melayani dengan sopan, santun
SI =
SIGAP, Siap dan Tanggap
Yang
mempunyai arti : Se, senyum dengan iklhas, memberikan senyuman dengan
memperlihatkan giginya artinya jangan memberikan sambutan kepada pasien atau
pelanggan dengan cemberut. Ra, Ramah,
melayani dengan sopan, santun artinya sopan dalam perkataan santun dalam
perbuatan sesuai etika prilaku budaya Indramayu. Si, Sigap, siap dan tanggap
dalam melayani masyarakat dalam situasi dan kondisi dengan cepat dalam
tindakan, semangat dalam bekerja dan meyakinkan.
MOTO :
“Kepuasan anda adalah kebanggaan kami”
2.2.
Situasi Keadaan Umum
2.3.1. Letak Geografis
Puskesmas Anjatan merupakan
salah satu Puskesmas di Kabupaten Indramayu yang terletak di jalur Pantura
Pulau Jawa. Berdasarkan letak geografisnya Puskesmas Anjatan terletak pada
posisi 107º 52’ - 108º 36’ BT dan 6º 15’ - 6º 40’ LS.
Batas – batas Wilayah Kerja Puskesmas Anjatan sebagai
berikut :
§
Sebelah
Utara : Dibatasi wilayah kerja Puskesmas Patrol Baru.
§
Sebelah
Selatan: Dibatasi
wilayah kerja Puskesmas Bugis
§
Sebelah
Timur : Dibatasi wilayah kerja Puskesmas Bongas dan
Puskesmas Kertawinangun.
§
Sebelah
Barat : Dibatasi
wilayah kerja Puskesmas Sukra dan Puskesmas Bugis.
Apabila melihat
wilayah administrasi Puskesmas Anjatan saat ini terdiri dari 6 desa 33 Rw 133
Rt dengan luas wilayah 3.770 Km². Sedangkan letak Puskesmas Anjatan sebagian besar
dapat dijangkau oleh alat transportasi darat dengan kendaraan roda dua dan roda
empat atau alat transportasi lainnya, dengan waktu tempuh desa terjauh sekitar
20 menit ke tempat pasilitas kesehatan Puskesmas Anjatan seperti Dusun Gadel
(Anjatan Baru).
2.3.2. Topografi
Berdasarkan topografinya ketinggian wilayah pada umumnya
berkisar antara 0 – 10 m diatas permukaan laut berupa pesawahan, dan
pekarangan. Wilayah Puskesmas Anjatan sebagian besar permukaan tanahnya berupa
dataran rendah. Keadaan ini mempengaruhi terhadap drainase, bila cuaca hujan
tinggi maka daerah – daerah tertentu akan terjadi genangan air dan bila musim
kemarau akan mengakibatkan kekeringan
Keadaan tersebut berpengaruh terhadap kondisi kesehatan
masyarakat Kecamatan Anjatan, terutama timbulnya penyakit yang dapat menular
melalui perantara air, ada beberapa desa yang merupakan daerah rawan kejadian
bencana banjir antara lain : Anjatan Utara, Anjatan dan Kopyah. Sedangkan desa
yang merupakan daerah endemis dan rawan kejadian luar biasa penyakit demam
berdarah dengue antara lain : Kopyah dan Anjatan Utara.
2.3.3. Iklim
Kecamatan Anjatan merupakan salah satu kecamatan yang
berada pada jalur pantura memiliki suhu udara cukup tinggi yang berkisar antara
22,9 º - 30º C,
kelembaban udara berkisar antara 70 – 80 %, curah hujan rendah rata-rata hujan
sepanjang tahun ini sekitar kurang dari 100 hari / tahun
2.4. Keadaan
Penduduk
Berdasarkan data dari Kependudukan Kecamatan Anjatan Jumlah Penduduk
Kecamatan Anjatan Wilayah Kerja Puskesmas Anjatan 41.894 jiwa, terdiri penduduk laki-laki 18.716 jiwa dan penduduk perempuan 18.927 jiwa.
Penduduk
sebagian besar dikelompok usia produktif. Penyediaan sarana kesehatan
(obat-obatan) dialokasikan sebagian besar untuk kelompok ini. Dan penduduk
kelompok ini relatif mobile, harus dipikirkan penyediaan sarana yang memadai
untuk menanggulangi kecelakaan. Untuk lebih jelasnya dapat lihat pada tabel
2.01
Tabel 2.01
JUMLAH PENDUDUK BERDASARKAN KELOMPOK UMUR DAN JENIS KELAMIN
WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANJATAN TAHUN 2022
|
KELOMPOK
UMUR (TAHUN) |
DESA |
|||||||||||
|
ANJATAN
UTARA |
ANJATAN |
ANJATAN
BARU |
KOPYAH |
CILANDAK |
CILANDAK
LOR |
|||||||
|
L |
P |
L |
P |
L |
P |
L |
P |
L |
P |
L |
P |
|
|
0 - 4 |
586 |
530 |
311 |
206 |
249 |
195 |
439 |
511 |
180 |
141 |
224 |
221 |
|
5 - 9 |
376 |
380 |
107 |
145 |
214 |
194 |
336 |
357 |
136 |
113 |
182 |
184 |
|
10 - 14 |
206 |
251 |
125 |
170 |
266 |
250 |
308 |
239 |
130 |
104 |
179 |
179 |
|
15 - 19 |
1.169 |
1162 |
560 |
458 |
730 |
638 |
1083 |
1107 |
445 |
358 |
586 |
584 |
|
20 - 24 |
261 |
276 |
220 |
231 |
269 |
221 |
140 |
146 |
134 |
164 |
166 |
158 |
|
25 - 29 |
217 |
257 |
207 |
272 |
223 |
217 |
158 |
142 |
104 |
183 |
211 |
192 |
|
30 - 34 |
199 |
235 |
275 |
290 |
247 |
296 |
139 |
260 |
108 |
185 |
179 |
181 |
|
35 - 39 |
229 |
186 |
154 |
184 |
262 |
270 |
145 |
170 |
107 |
170 |
192 |
182 |
|
40 - 44 |
253 |
267 |
162 |
160 |
251 |
240 |
124 |
145 |
102 |
164 |
177 |
183 |
|
45 - 49 |
215 |
237 |
163 |
145 |
195 |
217 |
189 |
141 |
104 |
175 |
160 |
165 |
|
50 - 54 |
197 |
223 |
145 |
107 |
164 |
169 |
94 |
104 |
111 |
173 |
168 |
155 |
|
55 - 59 |
199 |
197 |
134 |
123 |
131 |
135 |
109 |
136 |
123 |
160 |
149 |
144 |
|
60 - 64 |
199 |
217 |
78 |
26 |
100 |
81 |
96 |
66 |
114 |
159 |
94 |
76 |
|
65 + |
70 |
72 |
14 |
9 |
187 |
218 |
76 |
33 |
97 |
83 |
99 |
75 |
|
Juml |
4.376 |
4.490 |
2.655 |
2.526 |
3.489 |
3.341 |
3.435 |
3.557 |
1.993 |
2.333 |
2.768 |
2.680 |
|
Desa |
8.866 |
5.181 |
6.830 |
6.992 |
4.326 |
5.448 |
||||||
|
Pusk. |
41.894 |
|
L |
18.716 |
|
P |
19.927 |
|
|
|||
Data Kependudukan Kec. Anjatan th 2022
2.4.1.
Pertumbuhan
Penduduk, Mobilitas Penduduk dan Persebaran Penduduk.
Pada Tahun 2022 dari 41.894 jiwa penduduk wilayah kerja Puskesmas Anjatan terdapat 13.446 rumah tangga atau dengan kata lain rata-rata jumlah jiwa
per KK sebanyak 10 jiwa dan tersebar di 6 desa.
Dengan luas wilayah 3.770 Km², maka wilayah
kerja Puskesmas Anjatan mempunyai kepadatan penduduk sebesar 13 jiwa/Km². Desa dengan tingkat kepadatan tertinggi adalah
desa Anjatan Utara sebesar 125 jiwa/Km² dan yang terendah adalah desa Cilandak
Lor yaitu 75 jiwa/Km²
Tabel 2.02
Luas Wilayah,
Jumlah Penduduk, Rata-Rata Jiwa/KK
dan Kepadatan Penduduk Wilayah Kerja Puskesmas Anjatan
|
No |
Desa |
Luas
Wilayah (Km²) |
Juml
Penduduk |
Juml
KK |
Rata-Rata
Jiwa/KK |
Kepadatan
Penduduk per Km² |
|
|
Anjatan
Utara |
698 |
8.866 |
2.022 |
5,39 |
16 |
|
|
Anjatan |
610 |
5.181 |
2.377 |
2,18 |
8 |
|
|
Anjatan
Baru |
617 |
6.830 |
2.033 |
3,87 |
13 |
|
|
Kopyah |
675 |
6.992 |
3.093 |
3,10 |
14 |
|
|
Cilandak |
573 |
4.326 |
1.584 |
2,70 |
7 |
|
|
Cilandak
Lor |
597 |
5.448 |
2.337 |
2,52 |
10 |
|
|
Puskesmas |
3770 |
41.894 |
13.446 |
3,25 |
12 |
Jumlah
penduduk yang padat pada suatu wilayah apabila tidak didukung dengan sanitasi
lingkungan yang memadai akan berpengaruh terhadap timbul dan penyebaran
penyakit menular di masyarakat yang berkaitan dengan sanitasi seperti Diare, TB
Paru, DBD dan penyakit menular lainnya. Disamping itu tingkat kepadatan
penduduk juga akan berkaitan dengan penguasaan lahan khususnya lahan-lahan
produktif yang berhubungan dengan pendapatan dan ketahanan pangan.
Mengenai
cakupan wilayah kajian dalam buku sanitasi adalah skala kecamatan yang terbagi
menjadi beberapa kluster sesuai dengan hasil indikator dari studi EHRA. Berikut
peta administrasi Kecamatan Anjatan :
Peta 2.1
Peta Administrasi Kecamatan Anjatan dan Cakupan
Wilayah Kajian

2.4.2.
Penduduk Kelompok
Rentan
Dalam upaya peningkatan derajat kesehatan dan status
gizi masyarakat, sasaran program pembangunan kesehatan diprioritaskan pada
kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan. Adapun jumlah sasaran program
pembangunan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Anjatan tahun 2022 adalah :
-
Jumlah Bayi : 997
-
Jumlah Balita : 4.502
-
Jumlah Bumil : 1103
-
Jumlah Lansia : 2341
2.4.3.
Penduduk Miskin
Jumlah penduduk miskin di wilayah kerja Puskesmas
Anjatan pada tahun 2022 sebanyak 11.292 jiwa. Untuk
kepesertaan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), peserta Jaminan
Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah kerja Puskesmas Anjatan, adalah :
-
Peserta JAMKESMAS :
27.212
Jumlah peserta
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah kerja Puskesmas Anjatan sebanyak 27.212 jiwa, apabila jumlah penduduk
wilayah kerja Puskesmas Anjatan Tahun 2022 sebanyak 41.894 jiwa, maka masih ada 14.131
jiwa
yang belum masuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
2.4.4.
Tingkat Pendidikan
Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumberdaya
manusia untuk pembangunan. Derap langkah pembangunan selalu diupayakan seirama
dengan tuntutan zaman, dan perkembangan jaman selalu memunculkan
persoalan-persoalan baru yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Tingginya rata-rata tingkat pendidikan masyarakat
sangat penting bagi kesiapan bangsa menghadapi tantangan global dimasa depan.
Tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan memudahkan seseorang atau masyarakat
untuk menyerap informasi dan menginplementasikannya dalam perilaku dan gaya
hidup sehari-hari, khususnya dalam hal kesehatan. Tingkat pendidikan
berpengaruh terhadap perubahan sikap dan perilaku hidup sehat.
Partisipasi bersekolah baik yang masih bersekolah
maupun tidak besekolah lagi, akan memberikan gambaran jenjang penddidikan
tertinggi yang telah ditamatkan. Pendidikan tertinggi yang ditamatkan ini akan
memberikan gambaran kualitas SDM yang ada. Dengan semakin tinggi pendidikannya
maka akan semakin tinggi pula tingkat pengetahuannya yang akan berpengaruh pada
kontribusi terhadap pembangunan disegala bidang. Untuk lebih jelas mengenai
banyaknya penduduk usia 15 tahun keatas yang memiliki ijazah tertinggi di wilayah
kerja Puskesmas Anjatan dapat dilihat pada table berikut :
Tabel 2.03
Data Penduduk Usia Sekolah
Di Wilayah Kerja Puskesmas Anjatan
|
NO |
DESA |
JUMLAH |
|
JUMLAH |
|||||
|
BELUM
SEKOLAH |
TK |
SD |
SLTP |
SLTA |
PT |
TIDAK
SEKOLAH |
|||
|
1 |
Anjatan Utara |
1454 |
604 |
3317 |
2022 |
1341 |
179 |
129 |
8916 |
|
2 |
Anjatan |
491 |
87 |
313 |
265 |
228 |
41 |
0 |
1425 |
|
3 |
Anjatan Baru |
304 |
142 |
355 |
264 |
96 |
20 |
145 |
1181 |
|
4 |
Kopyah |
111 |
1328 |
1727 |
668 |
515 |
97 |
20 |
4446 |
|
5 |
Cilandak |
322 |
92 |
332 |
201 |
101 |
10 |
0 |
1058 |
|
6 |
Cilandak Lor |
644 |
160 |
597 |
202 |
163 |
19 |
132 |
1785 |
|
|
Puskesmas |
3326 |
2413 |
6641 |
3621 |
2444 |
366 |
426 |
18811 |
Data
Kependudukan Kec. Anjatan
2.5.
Mata Pencaharian
Penduduk
Di wilayah kerja Puskesmas
Anjatan sekitar 95,93 % masyarakat bekerja disektor informal. Sektor terbesar
yang paling besar menyerap tenaga kerja yaitu sektor pertanian. Mata pencaharian penduduk wilayah kerja Puskesmas
Anjatan yang terbesar adalah pada bidang pertanian yaitu 34,47% karena
Kecamatan Anjatan merupakan salah satu pemasok beras kebutuhan pangan.
Persebaran mata pencaharian masyarakat wilayah kerja Puskesmas Anjatan dapat
dibagi dalam beberapa golongan pekerjaan dan pekerja di sektor informal saat
ini kebanyakan bekerja di luar negeri sebagai TKI khususnya kebanyakan wanita
sebagai pembantu rumah tangga. Untuk lebih jelas mengenai mata pencaharian
penduduk wilayah kerja Puskesmas Anjatan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.04
Jumlah Penduduk Menurut Jenis Pekerjaan
Wilayah Kerja Puskesmas Anjatan Tahun 2022
|
JENIS PEKERJAAN |
DESA |
|
JUMLAH |
PDDK |
% |
||||
|
PNS |
120 |
36 |
32 |
108 |
15 |
29 |
340 |
41.894 |
0,81 |
|
TNI/POLRI |
19 |
10 |
9 |
14 |
4 |
2 |
58 |
41.894 |
0,14 |
|
PENSIUNAN |
49 |
26 |
11 |
100 |
4 |
14 |
204 |
41.894 |
0,49 |
|
WIRASWASTA |
311 |
2942 |
1265 |
1938 |
396 |
462 |
7314 |
41.894 |
17,46 |
|
INDUSTRI KECIL |
30 |
63 |
4 |
10 |
0 |
12 |
119 |
41.894 |
0,28 |
|
PEDAGANG |
599 |
275 |
503 |
809 |
132 |
337 |
2655 |
41.894 |
6,34 |
|
NELAYAN |
0 |
7 |
2 |
5 |
0 |
0 |
14 |
41.894 |
0,03 |
|
PETANI |
1700 |
94 |
552 |
204 |
857 |
1462 |
4869 |
41.894 |
11,62 |
|
BURUH TANI |
3737 |
898 |
1867 |
409 |
1216 |
1122 |
9249 |
41.894 |
22,08 |
|
PELAJAR |
1823 |
780 |
1098 |
2541 |
758 |
1103 |
8103 |
41.894 |
19,34 |
|
MAHASISWA |
60 |
51 |
28 |
50 |
15 |
15 |
219 |
41.894 |
0,52 |
|
LAIN-LAIN |
595 |
103 |
1597 |
944 |
1016 |
1000 |
5255 |
41.894 |
12,54 |
|
JUMLAH |
9043 |
5285 |
6968 |
7132 |
4413 |
5558 |
38399 |
|
|
|
|
ANJATAN UTARA |
ANJATAN |
ANJATAN BARU |
KOPYAH |
CILANDAK |
CILANDAK LOR |
JUMLAH |
|
|
BAB III
SITUASI DERAJAT KESEHATAN
3.1 Derajat Kesehatan
Derajat kesehatan
yang optimal akan dilihat dari unsur kualitas hidup serta unsur-unsur
mortalitas dan yang mempengaruhinya seperti mobiditas dan status gizi. Kualitas
hidup yang digunakan sebagai indikator adalah angka kelahiran hidup, sedangkan
untuk mortalitas adalah angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup, angka
kematian balita per 1.000 kelahiran hidup dan angka kematian ibu per 100.000 kelahiran.
Angka kematian ibu
dan bayi juga merupakan indikator dari tujuan 4 dan 5 Millenium Development
Goals (MDGs).
3.1.1. Angka Kematian
3.1.1.1 Angka Kematian Bayi (AKB)
Angka
yang menunjukan banyaknya kematian bayi usia 0 tahun dari setiap 1.000
kelahiran hidup pada tahun tertentu atau dapat dikatakan juga sebagai
probabilitas bayi meninggal sebelum usia satu tahun (dinyatakan dengan per
1.000 kelahiran hdup).
Berdasarkan hasil
pencatatan dan pelaporan kematian bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Anjatan dari
Tahun 2013 – Tahun 2015 mengalami penurunan jumlah kematian bayi, pada tahun 2013 kematian bayi
sebanyak 6
bayi, pada tahun 20116 jumlah kematian bayi 4 bayi, tahun 2017 jumlah kematian bayi 2 bayi, tahun
2018 terdapat kematian bayi 2 dan tahun 2019 terdapat
kematian
2 bayi, pada tahun 2020 terdapat kematian 2
bayi, dan tahun 2022 untuk lebih jelas mengenai trend Jumlah kematian bayi di
Wilayah Kerja Puskesmas Anjatan dari tahun 2015-2022 dapat dilihat pada grafik
berikut :
Grafik 3.01
Jumlah Kematian Bayi di Wilayah Kerja
Puskesmas Anjatan
Tahun 2015 – 2022

Pada tahun 2022 ini terdapat kematian 1 bayi, diharapkan ini merupakan kelengahan kita sebagai
petugas kesehatan karena kematian bayi ini merupakan warga kita yang tidak
tetap domisili di Wilayah kerja UPTD Puskesmas Anjatan mereka berusaha / bekerja di luar Kecamatan Anjatan.
Grafik 3.02
Penyebab Kematian Bayi
Di Wilayah Kerja Puskesmas Anjatan
Dari Tahun 2013 – 2022

3.1.1.2. Angka Kematian Balita
Konsep
definisi angka kematian balita adalah jumlah kematian anak berusia 0 - 4 tahun
selama satu tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun
ini (termasuk kematian bayi).
Indikator
ini terkait langsung dengan target kelangsungan hidup anak dan mereflikasikan
kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan anak-anak bertempat tinggal termasuk
pemeliharaan kesehatannya angka kematian balita kerap dipakai untuk
mengindentifikasi kesulitan ekonomi penduduk.
Berdasarkan
pencatatan dan pelaporan kasus kematian anak balita selama tahun 2022 menurut data yang ada di puskesmas Anjatan
tidak terdapat kematian balita.
3.1.1.3. Angka Kematian Ibu (AKI)
Yang
dimaksud dengan kematian ibu adalah kematian perempuan pada saat hamil atau
kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang
lamanya kehamilan atau tempat persalinan, yakni kematian yang disebabkan karena
kehamilannya atau pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti
kecelakaan, terjatuh, dan lain-lain.
Program peningkatan jumlah kehamilan yang
dibantu tenaga kesehatan, penyiapan system rujukan dalam penanganan komplikasi
kehamilan, penyiapan keluarga dan suami siaga dalam menyongsong kelahiran, yang
semuanya bertujuan untuk mengurangi angka kematian ibu dan meningkatkan derajat
kesehatan reproduksi.
Sedangkan jumlah kasus angka kematian ibu
berdasarkan hasil pencatatan dan pelaporan kematian ibu wilayah kerja Puskesmas
Anjatan dari tahun 2015 – 2022 menunjukan bahwa, tahun 2015 berjumlah 2 orang dan tahun 2016 tidak ada kematian ibu, sedangkan pada tahun
2017
kematian ibu sebanyak 2 orang, tahun 2018 terdapat 1 orang dan untuk tahun 2019 tidak terdapat kematian ibu, tahun 2020 terdapat 2 kematian ibu dan tahun 2022
terdapat kematian 1 orang ibu
Agar lebih jelas mengenai frekuensi jumlah
kematian ibu di wilayah kerja Puskesmas Anjatan dari tahun 2015 – 2022 dapat dilihat pada grafik berikut.
Grafik
3.4
Jumlah
Kematian Ibu
Di
Wilayah Kerja Puskesmas Anjatan Tahun 2015 – 2022
|
Sedangkan
penyebab kematian ibu berdasarkan hasil pencatatan dan pelaporan kematian ibu
di wilayah kerja Puskesmas Anjatan tahun 2022 terdapat 1 kematian ibu.
Untuk
mengetahui penyebab kematian ibu di wilayah kerja Puskesmas Anjatan dapat
dilihat pada grafik berikut :
Grafik
3.5
Penyebab
Kematian Ibu
Di
Wilayah Kerja Puskesmas Anjatan Tahun 2015 - 2022
|
3.1.2. Angka Kesakitan
Angka kesakitan merupakan indikator yang
digunakan untuk mengetahui kasus penyakit atau gangguan kesehatan pada
masyarakat. Prevalen dan insiden penyakit merupakan dua jenis indikator yang
menunjukan angka kesakitan. Angka prevalen penyakit sangat berguna untuk
merencanakan volume kegiatan/program penanggulangan penyakit. Sedangkan angka
insiden penyakit berguna dalam evaluasi efektifitas program yang dilaksanakan
untuk menanggulangi suatu penyakit. Untuk memperoleh angka prevalen dan insiden
yang tepat, perlu dilakukan Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT). Namun
untuk tingkat Kabupaten, kegiatan tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar
dan memakan waktu lama. Pada Tahun 2015 dilaksanakan Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Indramayu. Penelitian
terhadap penyakit menular pada Riset Kesehatan Dasar terbatas pada
penyakit tertentu seperti : filariasis, demam berdarah, malaria, infeksi
saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, tuberkulosis paru (TB), campak,
tifoid, hepatitis dan diare.
Sedangkan pada
penyakit tidak menular, yang diteliti dalam Riset Kesehatan Dasar antara lain :
Penyakit sendi, asma, stroke, jantung, diabetes melitus, hipertensi,
tumor/kanker, gangguan jiwa, glaukoma, dermatitis, rinitis, talasemia,
dan hemofilia
Sedangkan
data/informasi yang digunakan dalam Profil Kesehatan untuk menggambarkan angka
kesakitan pada masyarakat, yaitu dengan menggunakan data angka kesakitan/pola
penyakit yang dilaporkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas
dan Rumah Sakit.
a. Pola Penyakit di Puskesmas
1.
Pola penyakit Menurut Gologan Umur 0 - < 1 tahun
kasus penyakit yang paling dominan adalah
Infeksi saluran pernapasan, infeksi usus, sebagaimana terdapat pada tabel
berikut :
Tabel 3.3
Pola Penyakit menurut Golongan Umur 0 - < 1 tahun
Puskesmas Anjatan Tahun 2022
|
NO |
NAMA PENYAKIT |
KASUS BARU |
|
|
JUMLAH |
% |
||
|
1 |
ISPA |
173 |
23.5 |
|
2 |
Diare |
124 |
16.4 |
|
3 |
Bronchopneumonia |
89 |
11.7 |
|
4 |
Penyakit Kulit |
80 |
10.6 |
|
5 |
Morbili |
71 |
9.4 |
|
6 |
Varicela |
62 |
8.2 |
|
7 |
Bronchitis |
44 |
5.9 |
|
8 |
Gastroenteritis
Akut |
41 |
5.5 |
|
9 |
Status
Asmatikus |
25 |
3.3 |
|
10 |
Faringitis |
22 |
2.9 |
|
11 |
Penyakit
esofagus, lambung dan duedenum |
16 |
2.2 |
|
12 |
Influenza |
7 |
1.0 |
|
|
Jumlah |
756 |
100.0 |
2.
Pola Penyakit Menurut Golongan Umur 1 – 4 tahun
Berdasarkan penderita yang berobat jalan di
Puskesmas pada kelompok umur 1 – 4 tahun menunjukkan bahwa penyakit infeksi
saluran pernapasan, Influensa dan penyakit infeksi usus menjadi penyakit utama.
Secara lebih rinci, pola penyakit pada golongan umur 1 – 4 tahun yang rawat
jalan di Puskesmas adalah sebagai berikut :
Tabel 3.3
Pola Penyakit Penderita
Rawat Jalan
Menurut
Golongan Umur 1 – 4 tahun
Puskesmas
Anjatan Tahun 2022
|
NO |
NAMA PENYAKIT |
KASUS BARU |
|
|
JUMLAH |
% |
||
|
1 |
ISPA |
497 |
21.9 |
|
2 |
Faringitis |
320 |
14.1 |
|
3 |
Karies gigi |
197 |
8.7 |
|
4 |
Penyakit kulit |
188 |
8.3 |
|
5 |
Diare |
142 |
6.3 |
|
6 |
Typoid |
135 |
6.0 |
|
7 |
TB |
126 |
5.6 |
|
8 |
Dispepsia |
119 |
5.2 |
|
9 |
Influenza |
98 |
4.3 |
|
10 |
Gastroentritis Akut |
85 |
3.8 |
|
11 |
Konjungtivitis |
57 |
2.5 |
|
12 |
Morbili |
37 |
1.6 |
|
13 |
Bronchitis |
32 |
1.4 |
|
14 |
Vulnus Laceratum |
9 |
0.4 |
|
15 |
Dyspnew |
7 |
0.3 |
|
17 |
Thalasemia |
4 |
0.2 |
|
18 |
Penyakit Lain-lain |
215 |
9.5 |
|
|
Jumlah |
2267 |
100.0 |
3.
Pola Penyakit Menurut Golongan Umur 5 – 14 tahun
Berdasarkan penderita yang berobat jalan di
Puskesmas pada kelompok umur 5 – 14 tahun menunjukkan bahwa penyakit Hiperemi pulpa dan infeksi saluran pernapasan merupakan penyakit yang paling banyak
diderita oleh pasien rawat jalan di Puskesmas Anjatan. Secara lebih rinci, pola
penyakit pada golongan umur 5 – 14 tahun yang rawat jalan di Puskesmas adalah
sebagai berikut :
Tabel 3.4
Pola Penyakit
Penderita Rawat Jalan
Menurut
Golongan Umur 5 – 14 tahun
Puskesmas
Anjatan Tahun 2022
|
NO |
NAMA PENYAKIT |
KASUS BARU |
|
|
JUMLAH |
% |
||
|
1 |
Hiperemi pulpa |
313 |
6.5 |
|
2 |
ISPA |
282 |
5.9 |
|
3 |
Ganggren pulpa |
210 |
4.4 |
|
4 |
Diare |
179 |
3.7 |
|
5 |
Karies gigi |
151 |
3.1 |
|
6 |
Faringitis akut |
142 |
3 |
|
7 |
Penyakit kulit |
130 |
2.7 |
|
8 |
Konjungtivitis |
124 |
2.6 |
|
9 |
Dispepsia |
90 |
1.9 |
|
10 |
Influenza |
76 |
1.6 |
|
11 |
Penyakit pulpa |
60 |
1.3 |
|
12 |
Gastroenteritis
akut |
55 |
1.1 |
|
13 |
Penyakit gusi ,
jaringan periodontal dan tulang alveolar |
50 |
1 |
|
14 |
DHF |
38 |
0.8 |
|
15 |
Bronkitis
Pneumonia |
24 |
0.5 |
|
16 |
Status
asmatikus |
12 |
0.3 |
|
17 |
Stomatitis dan
lesi |
8 |
0.2 |
|
18 |
penyakit lain-lainnya |
2855 |
59.5 |
|
|
Jumlah |
4799 |
100 |
4.
Pola penyakit Menurut Golongan Umur 15 – 44 tahun
Untuk kelompok usia 15 – 44 tahun, infeksi saluran
pernapasan dan penyakit
saluran pencernaan merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh pasien rawat
jalan di Puskesmas Anjatan. Dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.4
Pola Penyakit
Penderita Rawat Jalan
Menurut
Golongan Umur 15 – 44 tahun
Puskesmas
Anjatan Tahun 2022
|
NO |
NAMA PENYAKIT |
KASUS BARU |
|
|
JUMLAH |
% |
||
|
1 |
ISPA |
1315 |
18.6 |
|
2 |
Gastroenteritis
akut |
1080 |
15.3 |
|
3 |
Hipertensi |
724 |
10.3 |
|
4 |
Diabetes
Militus |
485 |
6.9 |
|
5 |
Faringitis akut |
375 |
5.3 |
|
6 |
Karies gigi |
354 |
5.0 |
|
7 |
Influenza |
215 |
3.0 |
|
8 |
Dispepsia |
207 |
2.9 |
|
9 |
Rhinitis |
158 |
2.2 |
|
10 |
Low Back Pain |
140 |
2.0 |
|
11 |
Suspect TB Paru |
130 |
1.8 |
|
12 |
Demam Typoid |
105 |
1.5 |
|
13 |
Cepalgi |
90 |
1.3 |
|
14 |
TB Paru |
24 |
0.3 |
|
15 |
Serument |
20 |
0.3 |
|
16 |
Osteoarthitis
Genu |
18 |
0.3 |
|
17 |
Diare |
9 |
0.1 |
|
18 |
Penyakit lain |
1602 |
22.7 |
|
|
Jumlah |
7051 |
100.0 |
5.
Pola Penyakit Menurut Golongan Umur 45 - > 75 tahun
Untuk usia 45 - > 75 tahun, penyakit
degenerative paling banyak diderita, hal ini berkaitan dengan gaya hidup,
kurang aktivitas fisik dan konsumsi makan yang tidak seimbang, disusul dengan
penyakit system pencernaan dan system pernapasan. Untuk lebih jelas dapat
dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3.5
Pola Penyakit
Penderita Rawat Jalan
Menurut
Golongan Umur 45 – > 75 tahun
Puskesmas
Anjatan Tahun 2022
|
NO |
NAMA PENYAKIT |
KASUS BARU |
|
|
JUMLAH |
% |
||
|
1 |
Hipertensi |
412 |
6.5 |
|
2 |
ISPA |
342 |
5.4 |
|
3 |
Diabetes Militus |
287 |
4.5 |
|
4 |
Cepalgi |
243 |
3.8 |
|
5 |
Myopia |
151 |
2.4 |
|
6 |
Dispepsia |
135 |
2.1 |
|
7 |
Faringitis |
130 |
2.1 |
|
8 |
Migren |
120 |
1.9 |
|
9 |
Gangguan endokrin, nutrisi dan metabolik lainnya |
90 |
1.4 |
|
10 |
Karies Gigi |
76 |
1.2 |
|
11 |
Influenza |
60 |
0.9 |
|
12 |
Penyakit pulpa dan periapikal |
55 |
0.9 |
|
13 |
Diare |
48 |
0.8 |
|
14 |
Katarak |
31 |
0.5 |
|
15 |
Gastritis |
24 |
0.4 |
|
16 |
Penyakit Jantung iskemik |
12 |
0.2 |
|
17 |
Stroke |
8 |
0.1 |
|
18 |
penyakit lain-lainnya |
4098 |
64.8 |
|
|
Jumlah |
6322 |
100.0 |
6.
Pola Penyakit
Sakit Menurut Semua Golongan Umur
Untuk
kelompok semua golongan umur penyakit yang diderita masyarakat wilayah kerja
Puskesmas Anjatan masih didominasi oleh penyakit saluran pernapasan, penyakit
saluran pencernaan dan penyakit degeneratife yang berkaitan dengan gaya hidup
dan pola makan masyarakat, aktivitas fisik dan konsumsi makan yang tidak
seimbang, kondisi ini ditandai dengan adanya penyakit system muskuloskeletal
dan jaringan ikat, penyakit system pembuluh darah, penyakit saluran pernapasan,
dan penyakit saluran pencernaan. Agar lebih jelas dapat dilihat pada table
berikut :
Tabel 3.5
Pola Penyakit
Penderita Rawat Jalan
Menurut Semua Golongan
Umur
Puskesmas
Anjatan Tahun 2022
|
NO |
NAMA PENYAKIT |
KASUS BARU |
|
|
JUMLAH |
% |
||
|
1 |
ISPA |
2339 |
11.7 |
|
2 |
Gastroenteritis
akut |
1235 |
6.2 |
|
3 |
Hipertensi |
1136 |
5.7 |
|
4 |
Faringitis akut |
842 |
4.2 |
|
5 |
Diabetes
Militus |
772 |
3.9 |
|
6 |
Karies gigi |
581 |
2.9 |
|
7 |
Dispepsia |
499 |
2.5 |
|
8 |
Influenza |
408 |
2.0 |
|
9 |
Diare |
400 |
2.0 |
|
10 |
Cepalgi |
333 |
1.7 |
|
11 |
Hiperemi pulpa |
313 |
1.6 |
|
12 |
Ganggren pulpa |
210 |
1.1 |
|
13 |
Suspect TB Paru |
201 |
1.0 |
|
14 |
Demam Typoid |
181 |
0.9 |
|
15 |
Penyakit kulit |
160 |
0.8 |
|
16 |
Rhinitis |
158 |
0.8 |
|
17 |
Low Back Pain |
140 |
0.7 |
|
18 |
Penyakit
lain-lainnya |
10076 |
50.4 |
|
|
Jumlah |
19984 |
100.0 |
3.1.3 Umur Harapan Hidup
Pembangunan kesehatan diharapkan dapat
memberikan dampak kesejahteraan pada masyarakat yang ditandai dengan
terciptanya masyarakat yang sehat dan berumur panjang. Selain itu, indikator
umur harapan hidup dapat memberikan gambaran mengenai keadaan sosial ekonomi
masyarakat di suatu wilayah. Semakin panjang umur harapan hidup berarti taraf
hidup masyarakat semakin baik. Dengan demikian umur harapan hidup merupakan
salah satu indikator yang sangat penting sebagai tolak ukur keberhasilan
pembangunan kesehatan, khususnya di Kabupaten Indramayu. Berdasarkan data hasil
estimasi dan survai dari Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2013 hingga tahun 2022 umur harapan hidup masyarakat Indramayu cenderung mengalami
peningkatan. Tahun 2013
umur harapan
hidup penduduk Indramayu menjadi 67,66 tahun, pada tahun 2015 umur harapah hidup masyarakat Kabupaten
Indramayu 68,33 tahun sampai dengan tahun 2022
Untuk lebih jelas mengenai umur harapan hidup penduduk Kabupaten Indramayu dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2022 dapat dilihat pada
grafik berikut
Tabel 3.6
Umur Harapan
Hidup Waktu Lahir (UHH)
Di Kabupaten
Indramayu
Tahun 2015 – 2022
|
3.1.4 Angka Status Gizi Masyarakat
Kegiatan Bulan Penimbangan Balita (BPB)
kegiatan yang mendukung program perbaikan gizi. Kegiatan BPB bertujuan antara
lain untuk mengetahui perkembangan status gizi balita di wilayah kerja
Puskesmas Anjatan sebagai cermin status gizi masyarakat. Data hasil kegiatan
BPB Tahun 2022 dengan jumlah balita yang dilaporkan (S) yaitu 3056 balita,
dengan tingkat partisipasi balita yang ditimbang (D) sebanyak 2215 balita
(72,5%). Balita dengan hasil penimbangan di bawah Garis Merah (BGM) berjumlah
31 balita (1.39%). Sedangkan status gizi anak balita di wilayah kerja Puskesmas
Anjatan pada tahun 2022 dapat dijelaskan bahwa ditemukan kasus balita dengan gizi buruk sebanyak 20 balita,
laki-laki berjumlah 9 dan perempuan berjumlah 11, dan dari 20 balita tersebut
sudah mendapatkan perawatan.
Keadaan kurang gizi
disebabkan oleh banyak faktor. Menurut UNICEF tahapan penyebab kurang gizi pada
balita dikelompokkan atas penyebab langsung, tidak langsung, pokok masalah dan
akar masalah. Penyebab langsung adalah konsumsi makanan dan penyakit infeksi.
Timbulnya gizi kurang tidak hanya karena makanan yang kurang tetapi juga karena
penyakit. Ketahanan pangan keluarga yang merupakan salah satu faktor penyebab
tidak langsung adalah kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan
seluruh anggota keluarganya dalam jumlah yang cukup, baik jumlah maupun
mutunya. Ketahanan pangan keluarga dipengaruhi oleh daya beli, sehingga
sebagian besar kasus gizi buruk yang ditemukan adalah dari keluarga miskin.
Oleh karena itu kemiskinan merupakan akar masalah gizi buruk.
Penanganan kasus gizi buruk
memerlukan dukungan sektor lain dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, dan
keterpaduan penanganan antara pelayanan gizi dengan pengobatan penyakit
penyerta baik rawat jalan maupun rawat inap.
BAB IV
SITUASI UPAYA KESEHATAN
4.1 Upaya Kesehatan
Upaya Kesehatan adalah setiap kegiatan
dan atau serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terpadu, terintegrasi dan
berkesinambungan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
dalam bentuk pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit,
dan pemulihan kesehatan oleh pemerintah dan/atau masyarakat. Pengembangan upaya
kesehatan, yang mencakup upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan
diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat (client oriented), dan dilaksanakan
secara menyeluruh, terpadu, berkelanjutan, merata, terjangkau, berjenjang,
profesional, dan bermutu.
Secara umum upaya kesehatan terdiri dari dua unsur utama,
yaitu Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP).
Upaya Kesehatan Masyarakat adalah setiap kegiatan yang dilakukan pemerintah dan
atau masyarakat serta swasta, untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta
mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan masyarakat.
Upaya Kesehatan Masyarakat meliputi upaya-upaya promosi
kesehatan, pemeliharaan kesehatan, pemberantasan penyakit menular, pengendalian
penyakit tidak menular, penyehatan lingkungan dan penyediaan sanitasi dasar,
perbaikan gizi masyarakat, kesehatan jiwa,
pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan, pengamanan
zat adiktif dan bahan berbahaya, serta penanggulangan bencana dan bantuan
kemanusiaan.
Upaya kesehatan perorangan adalah setiap kegiatan yang
dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat serta swasta, untuk memelihara
dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menyembuhkan penyakit serta
memulihkan kesehatan perorangan meliputi upaya-upaya promosi kesehatan,
pencegahan penyakit, pengobatan rawat jalan, pengobatan rawat inap,
pemberantasan dan pemulihan kecacatan yang ditunjukan pada perorangan.
Upaya kesehatan diutamakan pada berbagai upaya yang
mencapai daya ungkit tinggi dalam pencapaian sasaran pembangunan kesehatan
utamanya penduduk rentan, antara lain : ibu, bayi, anak, usia lanjut dan
keluarga miskin. Berikut ini gambaran situasi upaya kesehatan yang telah
dilakukan di Puskesmas Anjatan.
4.1.1 Pelayanan
Kesehatan Dasar
Pelayanan Kesehatan Dasar merupakan langkah awal yang
sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara
cepat dan tepat, diharapkan sebagian besar masalah kesehatan dapat diatasi.
Upaya pelayanan kesehatan di Puskesmas Anjatan telah
didukung oleh sarana pelayanan kesehatan milik pemerintah yaitu :
1. Puskesmas 1 Unit.
2. Puskesmas Pembantu Kopyah 1 unit.
3. Puskesmas Keliling 2 unit
4. Poskesdes sebanyak 1 unit;
5. Labkesda 1 unit.
6. Gudang Farmasi 1 unit
7. Tempat Bersalin 1 Unit
Sedangkan fasilitas kesehatan swasta maupun
yang bersumber dari masyarakat terdiri dari:
1. Klinik swasta sebanyak 2 unit yaitu: Klinik
Bunda, Klinik 24 Jam.
2. Posyandu sebanyak 56 unit
3. Apotik sebanyak 4 unit dan toko obat sebanyak
2 unit
4. Bidan Praktek Swasta sebanyak 10 Unit
5. Dokter Praktek Swasta 8 Unit
4.1.2 Pelayanan Kesehatan Rujukan
Setiap orang mempunyai hak dalam
memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau. Selain itu
setiap orang berhak secara mandiri dan bertanggung jawab menentukan sendiri
pelayanan kesehatan yang diperlukan bagi dirinya. Pemanfaatan fasilitas
pelayanan kesehatan dipengaruhi oleh keterjangkauan dan kemudahan akses ke
sarana pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan beberapa faktor penentu antara
lain : jarak tempat tinggal dengan sarana kesehatan, waktu tempuh dan alat
transportasi ke sarana kesehatan, serta status sosial ekonomi dan budaya.
Untuk pemanfaatan rujukan rumah sakit
pemerintah dan swasta yang ada di wilayah Kabupaten Indramayu dapat dilihat
pada table berikut :
Tabel 4.1
Indikator
Pelayanan Rumah Sakit
Kabupaten
Indramayu
Tahun 2022
|
No |
Nama Rumah Sakit |
Jml Tmp Tidur |
Jml hari perawatan |
BOR |
LOS |
TOI |
|
|
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
|
|
1 |
RSUD INDRAMAYU |
246 |
61.931 |
85.5 |
3.1 |
3.7 |
|
|
2 |
RS PERTAMINA BALONGAN |
20 |
3.422 |
46.9 |
3.4 |
3.3 |
|
|
3 |
RS PMC |
52 |
5,231 |
28.7 |
2.3 |
8.8 |
|
|
4 |
RSUD M.A SENTOT PATROL |
128 |
30 |
63.7 |
3.4 |
1.9 |
|
|
5 |
RS ZAM-ZAM |
30 |
6,007 |
54.9 |
2.7 |
2,0 |
|
|
6 |
RS BHAYANGKARA |
100 |
11 |
26.3 |
4.6 |
12.8 |
|
|
7 |
RS SYAHID AL-IRSYAD |
50 |
5.231 |
28.7 |
5,0 |
3.1 |
4.1.3 Pelayanan kesehatan Ibu dan Anak
Pelayanan
kesehatan ibu dan bayi antara lain adalah pelayanan antenatal (ANC),
persalinan, nipas dan perawatan bayi baru lahir yang diberikan di sarana
kesehatan.
a. Pelayanan antenatal (Antenatal Care/ANC)
Berdasarkan Pasal 126
(1) Undang-undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 disebutkan bahwa upaya
kesehatan ibu harus ditujukan untuk menjaga kesehatan ibu sehingga mampu
melahirkan generasi yang berkualitas serta mengurangi angka kematian ibu.
Sedangkan Pelayanan Antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan
(dokter, bidan) untuk ibu hamil selama masa kehamilannya sesuai standar
pelayanan antenatal 10 T yang terdiri dari : Timbang badan dan ukur tinggi
badan, ukur tekanan darah, nilai status gizi, skrining status imunisasi tetanus
(dan pemberian Tetanus Toxoid), tentukan prentasi janin dan denyut jantung
janin (DJJ), (ukur) tinggi fundus uteri, pemberian tablet besi (90 tablet
selama kehamilan), temu wicara (pemberian komunikasi interpersonal dan
konseling), tatalaksana kasus, Test laboratorium sederhana (Hb, Protein urin)
dan atau berdasarkan indikasi (HbsAg, Sifilis, HIV, Malaria, TBC)
Indikator cakupan
pelayanan kesehatan ibu hamil dapat diketahui dengan menggunakan indikator K1
dan K4. Indikator K1 merupakan kontak/kunjungan pertama ibu hamil dengan tenaga
kesehatan untuk pelayanan antenatal. Sedangkan indikator K4 yaitu kontak/kunjungan
ibu hamil minimal 4 kali selama kehamilan untuk mendapatkan pelayanan
antenatal, yang terdiri dari
minimal satu kali kontak pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua
dan dua kali pada trimester ketiga.
Di
Puskesmas Anjatan pada Tahun 2022 terdapat ibu hamil sebanyak 1103 orang. Sedangkan jumlah ibu hamil yang
memeriksakan kehamilannya untuk pertama kali (K1) sebanyak 996 orang (90,3 %) dan
jumlah pemeriksaan ibu hamil (K4) sebanyak 933 orang ( 84,6 %).
Untuk pelaksanaan
pemberian tablet Fe ibu hamil dilakukan sejak trimester I kehamilan. Hal ini
sangat penting karena tablet Fe berguna untuk meningkatkan Hb selama masa
kehamilan, sehingga ibu hamil dan janin bayi menjadi lebih sehat. Diharapkan
pemberian tablet Fe pada ibu hamil di trimester I (Fe 1) sebanyak 30 tablet Fe
sehingga pada trimester III diharapkan ibu hamil sudah mendapat tablet Fe (Fe
3) mencapai 90 tablet.
Data cakupan ibu hamil
yang mendapat tablet Fe 1 sebanyak 719 ibu hamil (65,19 %) dan Cakupan ibu
hamil yang mendapat tablet Fe 3 sebanyak 649 ibu hamil (58,84 %).
Data cakupan Imunisasi
TT pada ibu hamil di Puskesmas Anjatan pada tahun 2022 yaitu TT 1 sebanyak 750 ibu hamil (68%), yang mendapat
imunisasi TT 2 sebanyak 672 ibu hamil (61%).
b. Pertolongan Persalinan
Pemerintah
menjamin ketersediaan tenaga, fasilitas, alat dan obat dalam penyelenggaraan
pelayanan kesehatan ibu secara aman, bermutu, dan terjangkau. Jumlah persalinan
pada Tahun 2022 di Puskesmas Anjatan sebanyak 761 orang, dengan rincian : pertolongan persalinan oleh tenaga
kesehatan sebanyak 755 orang (99,2 %), sedangkan 0,8 % persalinan lainnya ditolong oleh dukun, anggota
keluarga dan lain-lain.
c.
Pelayanan
Nifas
Masa
nifas adalah masa 0 – 8 minggu setelah persalinan dimana organ reproduksi mulai
mengalami masa pemulihan untuk kembali normal, walau pada umumnya organ
reproduksi akan kembali normal dalam waktu 3 bulan pasca persalinan.
Data
ibu nifas yang mendapatkan pelayanan kesehatan tahun 2022 sebanyak 761 orang atau 69 % dan
yang mendapatkan vitamin A ibu nifas sebanyak 761 orang (100 %).
d.
Penanganan
Komplikasi Kebidanan
Pada
tahun 2022 terdapat perkiraan ibu hamil dengan komplikasi kebidanan sebanyak
168 orang dari jumlah ibu hamil seluruhnya sebanyak 1103 ibu hamil. Dan seluruhnya sudah mendapatkan penanganan
komplikasi kebidanan (100%).
e.
Pemeriksaan
Neonatal
Indikator
angka cakupan pelayanan kesehatan bayi kurang dari 1 bulan (neonatal) digunakan
untuk mengetahui luasnya jangkauan dan tingkat kualitas pelayanan kesehatan
neonatal. Kunjungan Neonatal merupakan kontak bayi baru lahir (neonatal) dengan
tenaga kesehatan minimal tiga kali, yang terdiri dari : kunjungan neonatal ke-1
(KN 1) pada umur bayi 6 jam – 2 hari, kunjungan neonatal ke-2 (KN 2) pada
umur bayi 3 – 7 hari dan kunjungan neonatal lengkap KN3 (KNL) pada umur bayi 8
– 28 hari. Cakupan kunjungan neonatal lengkap (KNL) di Puskesmas Anjatan pada
Tahun 2022 sebesar 96,05 %.
f.
Neonatal
resiko tinggi/Komplikasi
Pada
saat memberikan pelayanan kesehatan pada neonates, sekitar 10% diantara
neonates yang diperiksa dan ditemui tergolong dalam kasus resiko tinggi yang
butuh pelayanan rujukan.
Berdasarkan
laporan yang ada jumlah perkiraan neonatal komplikasi di Puskesmas Anjatan
sebanyak 114 neonatus dan
yang mendapatkan penanganan komplikasi neonatal sebanyak 52 neonatus (40,55%)
Agar
lebih jelas mengenai cakupan program kesehatan ibu dan bayi dapat dilihat pada
grafik berikut :
Grafik 4.1
Cakupan Kesehatan Ibu dan Bayi
Di Puskesmas Anjatan Tahun 2017 – 2022
|
4.1.4 Pelayanan Kesehatan Bayi, Anak Balita dan
Usia Sekolah
Data cakupan pelayanan kesehatan bayi di
Puskesmas Anjatan tahun 2022 didapatkan hasil jumlah bayi sebanyak 761 bayi,
yang berjenis kelamin laki-laki sejumlah 375 bayi, perempuan sejumlah 386 bayi.
Sedangkan yang mendapatkan pelayanan kesehatan 685 bayi (90%). Dari 761 bayi yang ada di
Puskesmas Anjatan jumlah bayi yang diberi ASI Eksklusif (usia 0-6 bulan) hanya
sekitar 203 bayi (26,7 %). Sedangkan untuk data cakupan imunisasi pada bayi
didapatkan hasil bayi yang diimunisasi BCG sebanyak 599 bayi (98,7%) dari
sasaran 607 bayi , DPT1,HB1 sebanyak 603 bayi (99,3), DPT3,HB3 sebanyak 563
bayi (92,8%), campak sebanyak 566 bayi (93,20), polio 4 sebanyak 566 bayi
(93,20). Sedangkan bayi yang mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) sejumlah
181 bayi (29,5%). Agar lebih jelas mengenai cakupan program imunisasi pada bayi
dapat dilihat pada grafik berikut :
Grafik
4.2
Cakupan Imunisasi Bayi
Di Puskesmas Anjatan Tahun 2022
|
Data cakupan pemberian vitamin A pada bayi usia
6 – 11 bulan yaitu 329 (100%) dari seluruh jumlah bayi usia 6 – 11 bulan yang
ada di wilayah kerja Puskesmas Anjatan
sebanyak 329 bayi. Sedangkan anak balita yang mendapatkan vitamin A
sebanyak 2924 (97,79%) dari 2990 jumlah balita yang ada.
Data bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah
(BBRL) tahun 2022 sebanyak 21 (2,8%) dari jumlah bayi lahir hidup sebanyak 761
Data cakupan pelayanan kesehatan (penjaringan)
siswa SD dan setingkat di wilayah kerja Puskesmas Anjatan tahun 2022, dari
sejumlah murid kelas I SD dan setingkat sebanyak 674 anak, yang mendapatkan
pelayanan kesehatan (penjaringan) sebanyak 626 anak (93,9%) laki-laki sebanyak
305 anak (93,6% ) dan perempuan 318 anak (94,1% ).
4.1.5 Pelayanan Keluarga Berencana (KB)
Menurut hasil penelitian bahwa usia subur
wanita antara 15 – 49 tahun. Oleh karena itu untuk mengatur jumlah kelahiran
maka wanita/pasangan usia subur (PUS) diperioritaskan untuk menggunakan alat
kontrasepsi KB.
Pada tahun 2022 jumlah
peserta KB baru sebanyak 99 orang, dengan pasangan usia
subur (PUS) sebanyak 6632 PUS. Metode yang digunakan oleh peserta KB baru
yaitu : IUD sebanyak 0 orang, MOP/MOW sebanyak 2 orang, implant
sebanyak 7 orang, suntik KB sebanyak 60 orang, dan Pil KB sebanyak 30 orang.
Sedangkan jumlah peserta KB aktif
pada Tahun 2022 sebanyak 2377 orang. Metode yang digunakan oleh peserta KB aktif
yaitu : IUD sebanyak 32 orang, MOP/MOW sebanyak 73 orang, implant sebanyak 611
orang, suntik KB sebanyak 3769 orang, dan Pil KB sebanyak 359.
4.1.6 Pencegahan
dan Pemberantasan Penyakit
a. Pencegahan
Penyakit
Berdasarkan
Pasal 130 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, disebutkan bahwa
: Pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan
anak. Selain itu, Pemerintah menjamin ketersediaan bahan imunisasi yang
aman, bermutu, efektif, terjangkau, dan merata bagi masyarakat untuk upaya pengendalian
penyakit menular melalui imunisasi. Sebagai upaya pencegahan penyakit,
Imunisasi merupakan salah satu kegiatan/program kesehatan prioritas yang
dinilai sangat efektif untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian terutama
akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Pemberian
imunisasi kepada bayi di wilayah Kerja Puskesmas Anjatan pada tahun 2022,
terdiri dari : DPT1+HB1 sebanyak 852 bayi atau 99,6 %, DPT3+HB3 sebanyak 847 bayi
atau 99,1 %, Polio 4 sebanyak 848 bayi atau 99,2 %, BCG sebanyak 855 bayi atau 100
%, campak sebanyak 848 bayi atau 99,2 %. Sedangkan cakupan imunisasi untuk ibu
hamil, yaitu TT1 sebanyak 644 ibu hamil atau 67,9 % dan TT2 sebanyak 576 ibu hamil atau 60,8 %.
b. Pemberantasan Penyakit
Seperti diketahui
Pemerintah dan masyarakat mempunyai tanggung jawab dalam melakukan upaya
pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit menular serta akibat yang
ditimbulkannya. Upaya pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit
menular dilakukan untuk melindungi masyarakat dari tertularnya penyakit,
menurunkan jumlah yang sakit, cacat dan/atau meninggal dunia, serta untuk
mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat penyakit menular. Selain itu, upaya
pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit menular dilakukan melalui
kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bagi individu atau
masyarakat.
Selain Pemberantasan
penyakit menular juga dilaksanakan pemberantasan terhadap penyakit tidak
menular. Pemberantasan penyakit tidak menular dilaksanakan untuk mencegah dan
mengurangi penyakit dengan perbaikan dan perubahan perilaku masyarakat.
Data mengenai kasus
penyakit menular dan tidak menular di UPTD Puskesmas Anjatan Tahun 2022 akan
disajikan pada table berikut :
Tabel 4.3
Jumlah Kasus Penyakit Menular dan Tidak
Menular
Di Puskesmas Anjatan Tahun 2022
|
NO |
Penyakit |
Jumlah Kasus |
|
|
1 |
TB Paru ( + ) |
20 |
|
|
2 |
kusta ( PB+MB ) |
2 |
|
|
3 |
Pneumonia |
132 |
|
|
4 |
Diare |
431 |
|
|
5 |
DBD |
8 |
|
|
6 |
HIV/AIDS |
17 |
|
|
7 |
Malaria (+) |
- |
|
|
8 |
AFP |
- |
|
|
9 |
TN |
- |
4.1.7 Kesehatan Lingkungan
Upaya Kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas
lingkungan yang sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial yang
memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Lingkungan sehat mencakup lingkungan pemukiman, tempat kerja, tempat rekreasi,
serta tempat dan fasilitas umum. Kesehatan lingkungan meliputi penyehatan air
dan udara, pengamanan limbah padat, limbah cair, limbah gas, radiasi dan
kebisingan, pengendalian vektor penyakit, dan penyehatan atau pengamanan
lainnya.
a.
Rumah Sehat
Dari Jumlah rumah yang
di periksa sebanyak 8402 rumah ternyata hanya 6823 (81%) yang memenuhi syarat.
Hal tersebut rumah sehat sudah terpenuhi diatas target yang diharapkan yaitu 75
% memenuhi syarat kesehatan. Hal tersebut dikarenakan ada perbaikan ekonomi
masyarakat, kesadaran akan pentingnya kesehatan lingkungan penduduk wilayah kerja Puskesmas Anjatan serta
pemeliharaan rumah sebagai tempat tinggal yang layak bagi keluarga dengan
keadaan tersebut tentunya keluarga dan lingkungan akan terhindar dari berbagai
penyakit yang menular seperti : TBC, ISPA, Demam Berdarah dan penyakit berbasis
lingkungan lainnya.
Jumlah
rumah tangga di Puskesmas Anjatan seluruhnya 8402 rumah, dengan jumlah rumah
tangga yang dipantau sebanyak 4657 (55%) dari jumlah rumah tangga yang dipantau
sebanyak 1039 (12 %) rumah tangga yang berperilaku hidup bersih dan sehat.
b.
Air Bersih
Kondisi cakupan air bersih
di Wilayah kerja Puskesmas Anjatan Tahun 2022 dapat dijelaskan bahwa dari
jumlah rumah sebanyak 8402
rumah terdapat 7450
KK (88,67 %) rumah yang memiliki Sarana Air Bersih (SAB), dengan rincian sarana
air bersih : PDAM/Ledeng (16,8 %), Sumur Pompa Tangan/SPT (33,2 %), dan Sumur
Gali (20,6 %). Apabila dibandingkan dengan target pencapaian program sebesar 85
%, maka pencapaian tahun 2022 masih jauh dari yang diharapkan. Berdasarkan data
tersebut dapat memberikan gambaran bahwa sebagian besar masyarakat masih belum
menggunakan air bersih.
c. Jamban Keluarga
Cakupan kepemilikan jamban
keluarga di wilayah kerja Puskesmas Anjatan sebanyak 90,74 % dari target sebanyak
75 % yang diharapkan, itu artinya banyak masyarakat Indramayu yang memiliki
jamban. Sedangkan cakupan penduduk yang menggunakan jamban yang memenuhi syarat
kesehatan sebesar 37 %. Rendahnya cakupan keluarga yang memiliki jamban maupun
jamban yang memenuhi syarat kesehatan disebabkan karena rendahnya tingkat
pendidikan masyarakat, alasan kemiskinan disamping budaya masyarakat yang biasa
buang air besar di tempat terbuka. Dampaknya terhadap kesehatan adalah
sering terjadinya KLB penyakit yang berbasis lingkungan seperti diare.
Grafik 4.3
Cakupan Sarana Sanitasi Dasar
Di Puskesmas Anjatan Tahun 2022
|
d.
Klinik Sanitasi
Pelayanan Klinik Sanitasi
Puskesmas merupakan bentuk kegiatan di dalam dan di luar gedung Puskesmas
yang tujuannya melakukan konseling dan bimbingan terhadap klien (Pasien) yang
mempunyai penyakit berbasis lingkungan. Puskesmas Anjatan memiliki Klinik Sanitasi. Dilihat dari
manfaatnya secara tidak langsung dengan adanya klinik sanitasi
dapat menurunkan angka kejadian penyakit berbasis lingkungan seperti :
Diare, Cacingan, Penyakit kulit, Ispa, TBC, DBD, dan penyakit berbasis
lingkungan lainnya.
Diharapkan dengan adanya
klinik sanitasi Puskesmas Anjatan dapat menekan angka kejadian penyakit
berbasis lingkungan di wilayah Puskesmas tersebut sehingga dapat meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat.
Selain di puskesmas klinik
sanitasi juga terdapat di desa di wilayah kerja Puskesmas Anjatan terdapat di
Desa Kopyah yang melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Dilihat
dari manfaatnya secara tidak langsung dengan adanya klinik sanitasi
dapat menurunkan angka kejadian penyakit berbasis lingkungan seperti :
Diare, Cacingan, Penyakit kulit, Ispa, TBC, DBD, dan penyakit berbasis
lingkungan lainnya.
e. Tempat – Tempat Umum
Dari 82 tempat-tempat
umum (TTU) yang ada pada tahun 2022, sebanyak 55 (67%) yang memenuhi
persyaratan kesehatan. Hal ini disebabkan masih rendahnya cakupan sarana dan
prasarana penunjang sanitasi di tempat-tempat umum. Banyaknya aktivitas di
tempat-tempat umum mengakibatkan jumlah polutan di tempat-tempat umum apalagi
tanpa adanya dukungan sarana dan prasarana sanitasi pada tempat-tempat umum
tersebut. Kenyataan ini mengakibatkan risiko terpaparnya polutan pada
tempat-tempat umum terhadap kesehatan manusia semakin tinggi. Akibatnya akan
banyak di temukan penyakit penyakit pada saluran pernapasan seperti ISPA,
Pnemonia dan TBC disamping penyakit berbasis lingkungan lainnya.
f.
Tempat
Pengolahan Makanan
Tempat
Umum dan Pengolahan Makanan (TUPM) yang ada pada tahun 2022 sebanyak 185 TUPM,
dengan jumlah yang diperiksa sebanyak 46 TUPM dan memenuhi syarat sehat
sebanyak 28 TUPM atau 60,8 %. Masih rendahnya cakupan TUPM disebabkan karena
pengelola TUPM masih kurang pengetahuan tentang cara produksi pangan yang baik
dan masih rendahnya kesadaran untuk meningkatkan hygiene sanitasi makanan dan
minuman.
4.1.8 Perilaku
Kesehatan Masyarakat
Perilaku
individu maupun masyarakat yang sehat akan meningkatkan derajat kesehatan,
begitun sebaliknya perilaku yang kurang sehat cenderung akan menurunkan derajat
kesehatan masyarakat. Untuk merubah perilaku yang tidak sehat menjadi perilaku
yang sehat, diperlukan beberapa upaya diantaranya adalah dengan memberikan
promosi/penyuluhan kesehatan yang diarahkan pada kemandirian masyarakat untuk
menolong dirinya dan memanfaatkan sumber daya yang ada dalam mempertahankan
atau meningkatkan derajat kesehatannya.
4.1.9 Konsep
Sehat Sakit
Ada 4 faktor yang
berperan dalam menentukan tingkat atau derajat kesehatan suatu masyarakat.
Faktor-faktor tersebut ialah lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan
keturunan. Adat istiadat dan struktur sosial masyarakat lokal merupakan salah
satu faktor yang mempengaruhi konsep sehat sakit di wilayah yang bersangkutan.
Berbagai kebiasaan masyarakat yang kurang mendukung peningkatan derajat
kesehatan masyarakat antara lain adalah berbagai pantangan makan-makanan
tertentu bagi ibu hamil dan nifas serta pemberian makanan tambahan yang terlalu
dini pada bayi.
4.1.10 Gaya
Hidup
Gaya hidup atau
perilaku masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan dapat tercermin dari
cakupan rumah tangga yang berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Berdasarkan hasil pendataan petugas kesehatan lingkungan, diketahui bahwa
persentase rumah tangga yang memenuhi kriteria Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS) yang baik sebanyak . 933 (34,9%). Dengan rendahnya cakupan PHBS pada
tatanan rumah tangga tersebut menunjukan bahwa perilaku masyarakat yang positif
dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masih rendah dan belum
dapat mencapai target yang diharapkan yakni sebesar 65% rumah tangga PHBS.
4.1.11 Perilaku
Pencarian Pengobatan
Pola pencarian pengobatan
masyarakat wilayah kerja Puskesmas Anjatan telah mencari pengobatan secara
rasional, hal ini dapat dilihat dari masyarakat Kecamatan Anjatan yang mencari
pengobatan rawat jalan ke puskesmas dan puskesmas pembantu, praktik dokter dan
praktek tenaga kesehatan lainnya. Salah satu faktor puskesmas sebagai
alternative utama berobat adalah kebijakan Pemerintah Kabupaten Indramayu
mengenai pembebasan biaya (gratis) retribusi pelayanan kesehatan bagi
masyarakat Kabupaten Indramayu yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan di
Puskesmas dan Puskesmas Pembantu.
4.1.12 Upaya
Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM)
Kemandirian masyarakat dalam upaya
mempertahankan dan meningkatkan derajat kesehatan dapat tergambar dari
pencapaian program Upaya Kesehatan Bersumer Masyarakat (UKBM). Gambaran UKBM di
Puskesmas Anjatan pada tahun 2022 dapat dilihat pada table dibawah ini
Tabel 4.4
Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat
(UKBM)
Di Puskesmas Anjatan Tahun 2022
|
NO |
JENIS UKBM |
TAHUN 2022 |
|
1 |
Posyandu : |
56 |
|
Posyandu Pratama |
- |
|
|
Posyandu Madya |
43 |
|
|
Posyandu Purnama |
13 |
|
|
Posyandu Mandiri |
- |
|
|
2 |
Jumlah Kader Aktif |
168 org |
|
3 |
Jumlah TOGA |
57 |
|
4 |
Jumlah Desa dengan TOGA |
- |
|
5 |
Jumlah POD |
- |
|
6 |
Jumlah SBH |
67 |
|
7 |
Jumlah kwaran dengan SBH |
2 |
|
8 |
Jumlah Polindes |
- |
|
9 |
Jumlah Poskesdes |
1 |
|
10 |
Jumlah Desa dengan Polindes |
- |
|
11 |
Jumlah Desa Siaga |
6 |
|
|
Pratama |
2 |
|
|
Madya |
4 |
|
|
Utama |
- |
Sumber : Laporan Promkes
4.2 Program
dan Target Pembangunan Kesehatan Kabupaten Indramayu
42.1 Program Pembangunan Kesehatan, dengan
kegiatan meliputi :
a.
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
b.
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
c.
Program Peningkatan dan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian
Kinerja dan Keuangan
d.
Program Pengembangan Data / Informasi
e.
Program Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak
f.
Program Peningkatan Gizi Masyarakat
g.
Program Promosi Kesehatan
h.
Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit
i.
Program Pelayanan Kesehatan
j.
Program Penyehatan Lingkungan
4.2.2 Target Pembangunan Kesehatan
Kondisi
kesehatan masyarakat yang diharapkan dalam pembangunan kesehatan di Kabupaten
Indramayu diwujudkan dalam bentuk pencapaian target indikator derajat
kesehatan, hasil antara, proses dan masukan yang disesuaikan sengan Standar
Pelayanan Minimal Kabupaten.
a.
Derajat Kesehatan
Indikator
derajat kesehatan dan target yang hendak dicapai pada Tahun 2022 adalah sebagai
berikut :
1.
Mortalitas
·
Angka Kematian Bayi 40 per 1.000 kelahiran hidup.
·
Angka Kematian Balita 58 per 1.000 kelahiran hidup
·
Angka kematiam Ibu Melahirkan 150 per 100.000 kelahiran
hidup.
·
Angka Harapan Hidup Waktu Lahir 67,9
2.
Morbiditas
·
Angka Kesakitan Malaria 5 kasus per 1.000 penduduk
·
Angka Kesembuhan Penderita Tb Paru BTA+ 85%
·
Prevalensi HIV (persentase kasus Terhadap Penduduk Beresiko) 0,9%.
·
Angka ”Acute Flaccid Paralysis’ (AFP) Pada Anak Usia < 15
tahun 0,9 per 100.000 Anak.
·
Angka Kesakitan Demam berdarah Dengue (DBD) 2 per 100.000 penduduk.
3.
Status Gizi
·
Prevalensi balita Gizi Buruk < 5%
o
Persentase Kecamatan Bebas Rawan Gizi > 80%.
b.
Hasil Antara
Hasil antara
dan target yang hendak dicapai dalam pembangunan kesehatan tahun 2022 adalah
sebagai berikut :
1.
Keadaan Lingkungan
·
Persentase Rumah Sehat 80%
·
Persentase Tempat-Tempat Umum Sehat 80%
·
Rumah/Bangunan Bebas jentik Aedes >95%.
·
Institusi Yang Dibina 70%.
2.
Perilaku Hidup Masyarakat
·
Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat 65%
o
Persentase Posyandu Purnama dan Mandiri 40%
o
Desa Dengan garam Beryodium Baik 90%
o
Balita Yang Datang dan Ditimbang Di Posyandu 80%
o
Balita Yang Naik Berat Badannya 60 %.
3.
Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan
·
Persentase Penduduk Yang Memanfaatkan Puskesmas 15%
·
Persentase Penduduk Yang memanfaatkan Rumah sakit 1,5%
·
Persentase Sarana Kesehatan Dengan Kemampuan Laboratorium kesehatan 100%
·
Persentase Rumah Sakit Yang Menyelenggarakan 4 Pelayanan Kesehatan
Spesialis dasar 100%
o
Persentase Obat Generik Berlogo Dalam Persediaan Obat 100%.
o
Ketersediaan Obat Sesuai Dengan kebutuhan 90%.
o
Pengadaan Obat Esensial 100%.
o
Cakupan Kunjungan Ibu Hamil 95%.
o
Cakupan Kunjungan Neonatus 90%.
c.
Proses dan Masukan Pelayanan Kesehatan
·
Persentase persalinan Oleh Tenaga Kesehatan 90%
·
Ibu Hamil Dengan Resiko Yang Dirujuk 100%.
·
Ibu Hamil Dengan Resiko Tinggi/Komplikasi Yang ditangani 80%.
·
Neonatal Resiko Tinggi/Komplikasi yang Ditangani 80%.
·
Cakupan bayi Dengan Berat Lahir Rendah (BBLR) Yang Ditangani 100%.
·
Cakupan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak balita dan Pra sekolah 94,26 %.
o
Cakupan sekolah SD yang melaksanakan penjaringan : 99,60 %
o
Cakupan Penjaringan Kesehatan peserta didik SD : 94,14 %
o
Cakupan Pelayanan Kesehatan Remaja 80%
o
Persentase Desa yang mencapai ”Universal Child Immunization” (UCI) 100%
§ Cakupan Balita Dengan Pneumonia Yang
Ditangani 100%.
§ Penderita DBD Yang Ditangani 80%.
§ Balita Diare yang Ditangani 100%..
§ Persentase Desa Terkena Kejadian Luar Biasa
(KLB) Yang Ditangani < 24 jam 100%.
§ Persentase Ibu Hamil Mendapat Tablet Fe 90
tablet 80%.
§ Persentase Balita Gizi Buruk Mendapatkan
Perawatan 100%.
§ Cakupan Balita Mendapat Vitamin A 2 kali per
tahun 90%.
§ Persentase Baduta dengan Berat badan Di Bawah
garis Merah Dari Keluarga Miskin Yang Mendapat MP ASI 100 %.
§ Bayi 6 – 11 Bulan Mendapat Vitamin A 100%
§ Ibu Nifas mendapat Vitamin A 100%
§ Persentase Bayi Yang Mendapatkan ASI Secara
Eksklusif 6 Bulan 80%.
§ Persentase Murid SD/MI Yang Mendapat
Pemeriksaan Gigi dan Mulut 100%.
§ Persentase pekerja Yang Mendapatkan Pelayanan
Kesehatan Kerja 80%.
§ Persentase Keluarga Miskin yang Mendapat
Pelayanan Kesehatan 100%.
d.
Sumber Daya Kesehatan
·
Rasio Dokter Umum 29 per 100.000 penduduk.
·
Rasio Dokter Spesialis 8 per 100.000 penduduk.
·
Rasio Dokter Keluarga 2 per 1.000 penduduk
·
Rasio Dokter Gigi 10 per 100.000 penduduk
·
Rasio Apoteker 8 per 100.000 penduduk
·
Rasio Asisten Apoteker 17 per 100.000 penduduk
·
Rasio Bidan 100 per 100.000 penduduk
·
Rasio Perawat 14 per 100.000 penduduk
·
Rasio Ahli Gizi/Nutrisionis 16 per 100.000 penduduk
·
Rasio Ahli Sanitasi 9 per 100.000 penduduk
·
Rasio Ahli Kesehatan Masyarakat 7 per 100.000 penduduk
·
Persentase Penduduk Yang menjadi Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
80%
·
Alokasi Anggaran kesehatan Pemerintah Rp 100.000,- per kapita per tahun.
·
Rata-rata Persentase Anggaran Kesehatan Dalam APBD Kabupaten
15%.
e.
Manajemen Kesehatan
·
Terselenggaranya Dokumentasi Sistem Kesehatan
·
Penyusunan Profil Kesehatan Rutin Setiap Tahun
f.
Kontribusi Sektor Terkait
·
Persentase keluarga yang memiliki akses terhadap air bersih 85%
·
Angka kecelakaan lalu lintas 10 per 100.000 penduduk
·
Persentase penduduk Melek Huruf 95%
Tabel 4.5
Standar Pelayanan Minimum (SPM)
Di Puskesmas Anjatan Tahun 2022
|
NO |
JENIS
PELAYANAN DASAR |
TARGET |
HASIL |
CAPAIAN
KINERJA (%) |
|
1 |
Pelayanan kesehatan ibu hamil |
649 |
706 |
108,8 |
|
2 |
Pelayanan Kesehatan ibu bersalin |
618 |
580 |
93,9 |
|
3 |
Pelayanan Kesehatan bayi baru lahir |
574 |
580 |
101,0 |
|
4 |
Pelayanan Kesehatan Balita |
2839 |
1442 |
50,8 |
|
5 |
Pelayanan Kesehatan
pada usia pendidikan dasar |
3839 |
1200 |
31,3 |
|
6 |
Pelayanan Kesehatan pada usia produktif |
25.632 |
7044 |
27,5 |
|
7 |
Pelayanan Kesehatan pada usia lanjut |
6.988 |
1980 |
28,3 |
|
8 |
Pelayanan Kesehatan penderita hipertensi |
10765 |
1569 |
14,6 |
|
9 |
Pelayanan Kesehatan penderita diabetes mellitus |
590 |
301 |
51,0 |
|
10 |
Pelayanan Kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat |
59 |
38 |
64,4 |
|
11 |
Pelayanan Kesehatan orang terduga tuberculosis |
290 |
277 |
95,5 |
|
12 |
Pelayanan Kesehatan orang dengan risiko terinfeksi
virus yang melemahkan daya tahan tubuh
manusia (Human Immunodefiency Virus) |
812 |
610 |
75,1 |
BAB V
SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN
5.1.
Sumber Daya Kesehatan
Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, sumber daya
kesehatan perlu ditingkatkan dan didayagunakan, sehingga dapat mendukung
peningkatan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Sumber daya kesehatan meliputi
pula penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan/kedokteran, serta data
dan informasi yang makin penting peranannya. Untuk mendukung keberhasilan
pencapaian cakupan program kesehatan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan
sumber daya kesehatan yang mencukupi sesuai kebutuhan.
5.1.1 Sarana Kesehatan
5.1.1.1 Ketersediaan sarana kesehatan
Dalam melaksanakan program kesehatan di Kabupaten
Indramayu diperlukan dukungan sarana kesehatan yang mencukupi dan menjangkau
seluruh lapisan masyarakat. Data ketersediaan sarana kesehatan yang ada di
Kabupaten Indramayu baik milik pemerintah maupun swasta disajikan pada tabel
berikut.
Tabel 5.1
Jumlah
Sarana Kesehatan
Di
Wilayah Kerja Puskesmas Anjata Tahun 2022
|
No |
Jenis Sarana Kesehatan |
KEPEMILIKAN |
Jumlah |
|||
|
Pemerintah |
BUMN/D |
Swasta |
TNI
/ POLRI |
|||
|
1 |
Jumlah
Puskesmas Keseluruhan |
1 |
- |
- |
- |
1 |
|
2 |
Puskesmas
Dengan Tempat Perawatan (DTP) |
- |
- |
- |
- |
- |
|
3 |
Jumlah
Tempat Tidur Puskesmas |
- |
- |
- |
- |
- |
|
4 |
Puskesmas
Pelayanan Obstetri Neonatus Esensial Dasar (PONED) |
- |
- |
- |
- |
- |
|
5 |
Puskesmas
dengan Laboratorium Sederhana |
1 |
- |
- |
- |
1 |
|
6 |
Puskesmas
Pembantu (Pustu) |
1 |
- |
- |
- |
1 |
|
7 |
Puskesmas
Keliling (Pusling) |
2 |
- |
- |
- |
2 |
|
8 |
Pos
Bersalin Desa (Polindes) |
- |
- |
- |
- |
- |
|
9 |
Pos
Bimbingan Terpadu (Posbindu) |
6 |
- |
- |
- |
6 |
|
10 |
Pos
Pelayanan Terpadu (Posyandu) |
56 |
- |
- |
- |
56 |
|
11 |
Pos
Kesehatan Pondok Pesantren (Poskestren) |
- |
- |
- |
- |
- |
|
12 |
Rumah
Bersalin |
1 |
- |
- |
- |
1 |
|
13 |
Balai
Pengobatan (BP)/Klinik |
- |
- |
3 |
- |
3 |
|
14 |
Pengobatan
Tradisional / BATTRA |
- |
- |
1 |
- |
1 |
|
15 |
Apotik |
- |
- |
5 |
- |
5 |
|
16 |
Toko
Obat |
- |
- |
3 |
- |
3 |
|
17 |
Laboratorium |
1 |
- |
- |
- |
1 |
|
18 |
Optikal |
- |
- |
- |
- |
- |
|
19 |
Klinik
Rontgen |
- |
- |
1 |
- |
1 |
|
20 |
Poskesdes |
1 |
- |
- |
- |
1 |
|
21 |
Desa
Siaga |
6 |
- |
- |
- |
6 |
|
22 |
Praktek
Dokter |
|
|
8 |
|
8 |
Sumber : SP3 dan Pencatatan lainnya
Wilayah Kerja Puskesmas Anjatan
mempunyai 1 puskesmas tanpa perawatan dan satu puskesmas pembantu kopyah serta
satu tempat persalinan. Puskesmas Anjatan terdapat sebanyak 56 posyandu dengan
strata posyandu madya, selain itu terdapat juga pos bimbingan terpadu
(posbindu) sejumlan 6 pos dan poskesdes 1 pos di desa Anjatan Baru. Disamping
sarana pelayanan kesehatan yang sudah diurutkan tersebut, didukung pula dengan
adanya praktik dokter, praktik bidan, rumah bersalin dan sarana lainnya berupa
apotik, toko obat, laboratorium dan klinik rontgen.
5.1.2 Sumber Daya Manusia (SDM)
Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan adalah tenaga
kesehatan profesi dan non profesi serta tenaga pendukung/penunjang kesehatan,
yang terlibat dan bekerja serta mengabdikan dirinya dalam upaya yang bertujuan
untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Tenaga kesehatan profesi adalah tenaga
kesehatan yang telah melalui pendidikan vokasi atau pendidikan akademis dan
profesi di bidang kesehatan. Sedangkan tenaga kesehatan non profesi adalah
tenaga kesehatan yang telah melalui pendidikan vokasi, pendidikan akademis
tanpa melalui pendidikan profesi dalam bidang kesehatan. Tenaga
pendukung/penunjang kesehatan adalah setiap tenaga yang telah memiliki ijasah
pendidikan vokasi atau pendidikan akademis dan profesi pendidikan di luar
kesehatan dan mengabdikan dirinya di bidang kesehatan sesuai keahliannya serta
tenaga lainnya yang telah mengikuti pelatihan di bidang kesehatan sesuai dengan
kompetensi yang dibutuhkan dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
Tabel 5.2
Ketersediaan Tenaga Kesehatan
Di Wilayah Kerja Puskesmas Anjata Tahun 2022
|
No |
Jabatan |
Jenjang |
ANJATAN |
ANJATAN |
|||||||||
|
Eksisting |
Kebutuhan |
Kesenjangan |
Keterangan |
Eksisting |
Kebutuhan |
Kesenjangan |
Keterangan |
||||||
|
ASN |
Non ASN |
ASN |
Non ASN |
||||||||||
|
1.1 |
DOKTER |
Ahli
Muda |
1 |
0 |
1 |
0 |
S |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
|
|
1.2 |
DOKTER |
Ahli
Madya |
0 |
0 |
1 |
-1 |
K |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
|
|
1.3 |
DOKTER |
Ahli
Pertama |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
0 |
1 |
1 |
-1 |
K |
|
|
2.1 |
PERAWAT |
Ahli
Muda |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
1 |
0 |
3 |
-2 |
K |
|
|
2.2 |
PERAWAT |
Penyelia |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
2 |
0 |
4 |
-2 |
K |
|
|
2.3 |
PERAWAT |
Mahir |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
2 |
0 |
3 |
-1 |
K |
|
|
2.4 |
PERAWAT |
Ahli
Pertama |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
2 |
1 |
5 |
-3 |
K |
|
|
2.5 |
PERAWAT |
Terampil |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
2 |
5 |
8 |
-6 |
K |
|
|
2.6 |
PERAWAT |
Ahli
Madya |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
0 |
0 |
1 |
-1 |
K |
|
|
3.1 |
BIDAN |
Mahir |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
1 |
0 |
1 |
0 |
S |
|
|
3.2 |
BIDAN |
Terampil |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
0 |
10 |
10 |
-10 |
K |
|
|
3.3 |
BIDAN |
Penyelia |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
0 |
0 |
1 |
-1 |
K |
|
|
3.4 |
BIDAN |
Ahli
Muda |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
3 |
0 |
3 |
0 |
S |
|
|
3.5 |
BIDAN |
Ahli
Madya |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
0 |
0 |
1 |
-1 |
K |
|
|
4.1 |
APOTEKER |
Ahli
Pertama |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
0 |
1 |
1 |
-1 |
K |
|
|
5.1 |
NUTRISIONIS |
Penyelia |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
1 |
0 |
1 |
0 |
S |
|
|
6.1 |
PRANATA
LABORATORIUM KESEHATAN |
Pelaksana
Lanjutan |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
1 |
0 |
1 |
0 |
S |
|
|
7.1 |
PETUGAS
KEAMANAN |
Jabatan
Pelaksana |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
0 |
1 |
1 |
-1 |
K |
|
|
8.1 |
PRAMU
KEBERSIHAN |
Jabatan
Pelaksana |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
1 |
1 |
2 |
-1 |
K |
|
|
9.1 |
PENGEMUDI
AMBULAN |
Jabatan
Pelaksana |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
0 |
1 |
1 |
-1 |
K |
|
|
10.1 |
PENGADMINISTRASI
UMUM |
Jabatan
Pelaksana |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
1 |
3 |
4 |
-3 |
K |
|
|
11.1 |
DOKTER
GIGI |
Ahli
Pertama |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
0 |
0 |
1 |
-1 |
K |
|
|
12.1 |
PENYULUH
KESEHATAN MASYARAKAT |
Ahli
Pertama |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
0 |
0 |
1 |
-1 |
K |
|
|
13.1 |
TERAPIS
GIGI DAN MULUT |
Terampil |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
0 |
0 |
1 |
-1 |
K |
|
|
14.1 |
SANITARIAN |
Ahli
Pertama |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
0 |
0 |
1 |
-1 |
K |
|
|
15.1 |
ASISTEN
APOTEKER |
Pelaksana
Pemula |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
0 |
0 |
1 |
-1 |
K |
|
|
16.1 |
PENGADMINISTRASI
KEUANGAN |
Jabatan
Pelaksana |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
0 |
2 |
2 |
-2 |
K |
|
|
17.1 |
BENDAHARA |
Jabatan
Pelaksana |
0 |
0 |
0 |
0 |
S |
0 |
0 |
2 |
-2 |
K |
|
Sumber : Laporan Kepegawaian
Apabila melihat tabel
di atas dapat diketahui bahwa jumlah tenaga medis yang ada di Puskesmas
sebanyak 38 orang, yang terdiri dari dokter umum 2 orang dan dokter gigi 1
Orang. Selain itu, Perawat Tahun 2022 sebanyak 14 orang yang bertugas di
Puskesmas Anjatan. Jumlah bidan yang ada sebanyak 14 orang, yang terdiri
dari 6 orang bertugas sebagai bidan desa
dan 8 orang bertugas sebagai bidan Poned/Rumah Bersalin.
Berdasarkan data
kepegawaian yang telah diuraikan tersebut, diketahui bahwa ada beberapa jenis
tenaga kesehatan yang yang lain, antara lain : dokter gigi, farmasi, kesehatan
lingkungan
dan kekurangan tenaga administrasi. Kondisi tenaga kesehatan yang belum
mencukupi dan tidak merata di ini akan berpengaruh terhadap kinerja Puskesmas
dalam melaksanakan program kesehatan sehingga akan mengakibatkan rendahnya
cakupan program kesehatan dan tidak optimalnya pelayanan kesehatan terhadap
masyarakat.
5.1.3 Pembiayaan Kesehatan
Pengelolaan Pendapatan Daerah
1.
Intensifikasi
dan Ekstensifikasi Pendapatan Daerah
- Kontribusi pendapatan
sektor kesehatan terhadap pendapatan daerah bersumber :
a.
Retribusi
Pelayanan Kesehatan :
- Retribusi pelayanan
kesehatan di puskesmas (khusus masyarakat bukan penduduk Kabupaten Indramayu
yang berobat ke Puskesmas dan kunjungan pasien
yang tidak membawa identitas baik KTP maupun KK)
- Retribusi pelayanan kesehatan
jama’ah calon haji
- Retribusi pelayanan surat
keterangan kesehatan yang tidak diperuntukkan melanjutkan sekolah
b.
Penerimaan
lain-lain :
- Operasional (APBD)
- BOK (Bantuan Operasional
Kesehatan)
- Non
Kapitasi (Jaminan
Persalinan)
- JKN (Jaminan Kesehatan Nasional)
5.1.4 Pembiayaan Kesehatan dari Pemerintah
Proposi Anggaran Puskesmas
Anjatan
Terhadap APBD Tahun 2022 -2022 Di Kabupaten Indramayu
Tabel 5.3
Sumber Pembiayaan UPTD Puskesmas Anjatan 2022
|
SUMBER BIAYA |
JUMLAH |
% |
|
Operasional Puskesmas (APBD
Kabupaten) |
121.994.000 |
7 |
|
Kapitasi JKN (APBN) |
1.254.984.260 |
68 |
|
Non Kapitasi JKN (APBN) |
50.564.000 |
3 |
|
BOK (APBN) |
424.763.953 |
23 |
|
|
|
|
|
JUMLAH |
Rp. 1.852.306.213 |
100 % |
2.
Target dan Realisasi
Pendapatan
Berikut adalah target dan realisasi pendapatan dari
sektor kesehatan pada tahun 2022 :
Tabel 5.4
Target dan Realisasi Anggaran Pendapatan
Puskesmas Anjatan
Tahun 2022
|
Kode rekening |
Uraian |
Target |
Penerimaan Penyetoran |
Realisasi (%) |
Sisa Anggaran Pendapatan Yang Belum Terleasisasi/
Pelampauan Anggaran |
Keterangan |
|
|
4.1.2.01.01 |
Retribusi pelayanan kesehatan |
120.000.000 |
|
|
|
|
|
|
4.1.2.16.01 |
Penerimaan lain-lain |
180.642.000 |
|
|
|
|
|
|
Jumlah |
300.642.000 |
|
|
|
|
||
3.
Pengelolaan Belanja
Daerah
1)
Kebijakan Umum Keuangan
Daerah
Penyelenggaraan keuangan daerah di Dinas Kesehatan Kabupaten
Indramayu di arahkan untuk mendukung program-program prioritas sebagai berikut
:
- Program
Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak
- Program Peningkatan Gizi
Masyarakat
- Program Promosi Kesehatan
- Program Pencegahan dan Penanggulangan
Penyakit
- Program Pelayanan Kesehatan
- Program Penyehatan Lingkungan
Dengan mengacu pada prinsip-prinsip akuntabilitas dan
efektifitas serta memenuhi kebutuhan minimal anggaran program.
5.1.4 Perbekalan
Kesehatan
Menurut Pasal 36 (1)
Undang-undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 disebutkan bahwa Pemerintah
menjamin ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan perbekalan kesehatan,
terutama obat esensial. Upaya perlindungan masyarakat terhadap penggunaan
sediaan farmasi, alat kesehatan dan makanan telah dilakukan secara
komprehensif. Untuk menjamin keterjangkauan obat esensial, pemerintah telah
menetapkan harga obat generik esensial mencakup 455 item obat. Disamping itu,
masyarakat miskin telah mendapatkan pengutamaan dalam pelayanan kesehatan dasar
khususnya pelayanan obat melalui subsidi pemerintah sebesar Rp.3.800/kapita
tahun 2007 dan Rp. 4.200/kapita di tahun 2008 dengan asumsi jumlah penduduk
Indonesia sebanyak 225 juta, yang secara bertahap harus terus ditingkatkan
untuk mencapai minimum $.2,00/kapita sesuai dengan rekomendasi WHO.
Selain itu, melalui
Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) untuk masyarakat miskin, pemerintah
menyediakan pula dana untuk pelayanan kesehatan yang sebagian diantaranya untuk
belanja obat. Sebagai unsur yang penting dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat,
program perbekalan kesehatan diimplementasikan melalui pengadaan obat pelayanan
kesehatan dasar (PKD) selanjutnya didistribusikan ke Puskesmas. Untuk lebih
jelas mengenai jenis obat yang telah didistribusikan ke Puskesmas dapat dilihat
pada tabel berikut :
Tabel 5.5
10 JENIS OBAT TERBANYAK YANG TELAH
DIDISTRIBUSIKAN UPTD FARMASI
PUSKESMAS ANJATAN TAHUN 2022
|
NO |
TAHUN 2020 |
|
TAHUN 2022 |
|
|
NAMA OBAT |
|
NAMA OBAT |
JUMLAH |
|
|
1 |
Parasetamol 500 mg |
86,000 |
Amoksisilin kaps 500 mg |
90,500 |
|
2 |
Tablet Tambah darah |
56,000 |
Parasetamol 500 mg |
80,500 |
|
3 |
CTM tab |
47,000 |
CTM tab |
56,000 |
|
4 |
Amoksisilin kaps 500 mg |
45,000 |
GG tablet 100 mg |
40,000 |
|
5 |
Antasida DOEN tab |
40,000 |
Ibuprofen |
30,000 |
|
6 |
GG tablet 100 mg |
36,000 |
Fe / Hemafot |
27,450 |
|
7 |
Kalsium Laktat tab 500mg |
34,000 |
Kalk |
25,000 |
|
8 |
Antalgin tablet 500 mg |
33,000 |
Pyridoxine / B6 |
25,000 |
|
9 |
Deksametason tab 0.5 mg |
29,000 |
Antalgin tablet 500 mg |
21,500 |
|
10 |
Piridoksin tab 10 mg (HCL) |
27,000 |
Katrofil |
17,100 |
BAB VI
KESIMPULAN
Untuk memberikan
informasi yang menyeluruh dan ringkas mengenai indikator derajat kesehatan dan
hasil pencapaian program kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Anjatan pada
tahun 2022, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.
Untuk indikator umur harapan hidup tahun 2017 dan
2022 belum ada data yang baru untuk itu masih menggunakan standar UHH survai
tahun 2014. Berdasarkan
data hasil estimasi dan survai dari Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2011
hingga tahun 2014 umur harapah hidup masyarakat Indramayu cenderung mengalami peningkatan. Pada tahun
2011 umur harapan hidup penduduk Indramayu sebesar 67,23 tahun,
tahun 2012 bertambah menjadi 67,64 tahun. Tahun 2015 umur harapah hidup
penduduk Indramayu menjadi 67,66 tahun, pada tahun 2014 umur harapah hidup
masyarakat Kabupaten Indramayu 68,33 tahun.
2.
Berdasarkan
hasil pencatatan dan pelaporan kematian bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Anjatan
dari Tahun 2015 – Tahun 2022
mengalami penurunan jumlah kematian bayi, pada Tahun 2015 Jumlah kematian bayi 2 bayi, tahun 2016 terjadi peningkatan Jumlah kematian bayi yaitu sebanyak 3 bayi, tahun 2017 kematian bayi sebanyak 2 bayi tahun 2018 Jumlah kematian bayi 1 bayi, pada tahun 2019 jumlah kematian bayi 2 bayi dan pada tahun 2020 terjadi penurunan jumlah kematian bayi yang
signifikan yaitu menjadi 2 bayi, tahun 2022 terdapat kematian bayi 1. Hal ini tentunya merupakan hasil kerja keras antara
petugas kesehatan (bidan desa) dengan masyarakat binaannya.
3. Konsep
definisi angka kematian balita adalah jumlah kematian anak berusia 0 - 4 tahun
selama satu tahun tertentu per 1000 anak umur yang sama pada pertengahan tahun
ini (termasuk kematian bayi).Indikator ini terkait langsung dengan target
kelangsungan hidup anak dan mereflikasikan kondisi sosial, ekonomi dan
lingkungan anak-anak bertempat tinggal termasuk pemeliharaan kesehatannya angka
kematian balita kerap dipakai untuk mengindentifikasi kesulitan ekonomi
penduduk. Berdasarkan
pencatatan dan pelaporan kasus kematian anak balita selama tahun 2016 menurut
data yang ada di puskesmas Anjatan tidak terdapat kematian balita.
4. Jumlah kasus angka kematian ibu (AKI) berdasarkan hasil pencatatan dan pelaporan
kematian ibu wilayah kerja Puskesmas Anjatan dari tahun 2010 – 2022 menunjukan bahwa, untuk tahun 2010 jumlah kematian ibu sebanyak 4
orang, tahun 2011 berjumlah 3 orang, tahun 2012 jumlah kematian ibu sebanyak 2
orang tahun 2015 berjumlah 2 orang dan tahun 2014 tidak ada kematian ibu,
sedangkan pada tahun 2015 kematian ibu sebanyak 2 orang, tahun 2016 1 orang dan
untuk tahun 2022 tidak terdapat kematian ibu.
5.
Indikator
angka kesakitan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Anjatan diperoleh data
dari Sistem Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas (SP3), pola penyakit masyarakat
di wilayah kerja Puskesmas Anjatan tahun 2022 masih menunjukan variasi penyakit
yang didominasi oleh penyakit menular. Untuk golongan umur 0 - < 1 tahun
kasus penyakit masih didominasi oleh penyakit infeksi saluran pernapasan dan
diare. Berdasarkan penderita yang berobat jalan di Puskesmas Anjatan pada
kelompok umur 1 – 4 tahun menunjukan bahwa penyakit infeksi saluran pernapasan,
faringitis dan karies gigi menjadi penyakit utama. Untuk kelompok usia 5 – 14
tahun penyakit hyperemia pulpa dan penyakit infeksi saluran pernapasan akut
merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh pasien rawat jalan di
Puskesmas Anjatan. Sedangkan usia 15 – 44 tahun, penyakit infeksi saluran
pernapasan masih mendominasi disusul penyakit gastroenteritis merupakan
penyakit yang paling banyak diderita oleh pasien rawat jalan di Puskesmas
Anjatan. Untuk usia 45 - > 75 tahun, penyakit degenerative paling banyak
diderita, hal ini berkaitan dengan gaya hidup, kurang aktivitas fisik dan
konsumsi makan yang tidak seimbang, disusul dengan penyakit system pencernaan
dan system pernapasan. Sedangkan untuk kelompok semua golongan umur, penyakit
yang diderita masyarakat Wilayah Kerja Puskesmas Anjatan masih didominasi oleh
penyakit saluran pernapasan, saluran pencernaan dan penyakit degenerative yang
berkaitan dengan gaya hidup dan pola makan masyarakat, aktivitas fisik dan
konsumsi makanan yang tidak seimbang. Kondisi ini ditandai dengan adanya
penyakit system musculoskeletal dan jaringan ikat, penyakit system pembuluh
darah, penyakit saluran pernapasan, dan penyakit saluran pencernaan.
6.
Kondisi
lingkungan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Anjatan pada tahun 2022 dapat
diuraikan sebagai berikut : Cakupan akses/ketersediaan air bersih penduduk
sebesar 89,84 %, cakupan tempat buang air besar/jamban yang
memenuhi syarat kesehatan sebesar 55 %, cakupan tempat umum dan pengelolaan makanan
(TUPM) yang memenuhi syarat kesehatan sebesar 68,8% dan
cakupan rumah sehat sebesar 62%
7.
Untuk
cakupan program kesehatan ibu dapat diuraiakn sebagai berikut : Jumlah
kunjungan ibu hamil tahun 2022 yaitu : K1 sebanyak 1103 orang atau 100% dan K4 sebanyak 982 orang ( 95,06 %).
Jumlah persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan sebanyak 761 orang (68,9 %),
cakupan pemberian tablet besi pada ibu hamil yaitu Fe 1 sebanyak 981
ibu hamil (95%) dan
Cakupan ibu hamil yang mendapat tablet Fe 3 sebanyak 889 ibu
hamil (86 %).
8.
Cakupan pemberian imunisasi kepada masyarakat wilayah kerja
Puskesmas Anjatan pada tahun 2022, terdiri dari : BCG sebanyak 599 bayi (98,7%), DPT1,HB1 sebanyak 603 bayi (99,30), DPT3,HB3 sebanyak 563 bayi (92,8), campak sebanyak 566 bayi (93,2), polio 4 sebanyak 566 bayi (93,2). Sedangkan cakupan
imunisasi untuk ibu hamil, yaitu TT 1 sebanyak
702 ibu hamil (68%), yang mendapat imunisasi TT 2 sebanyak 630 ibu hamil
(61%).
9.
Untuk
jumlah anak umur dibawah lima tahun (Balita) di wilayah kerja Puskesmas Anjatan
pada tahun 2022 sebanyak 3056 balita, dengan tingkat
partisipasi balita yang ditimbang (D) sebanyak 2215 balita (72,5%). Balita
dengan hasil penimbangan di bawah Garis Merah (BGM) berjumlah 31 balita
(1.01%). Sedangkan status gizi anak balita di wilayah kerja Puskesmas Anjatan
pada tahun 2022 dapat dijelaskan bahwa ditemukan kasus balita dengan gizi buruk sebanyak 31. Pemberian kapsul
vitamin A sebanyak 2 kali pada bulan Februari dan Agustus 2022 sebanyak 2872 anak balita atau 94,19%.
10. Salah satu Upaya
Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM) yaitu Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Jumlah Posyandu di wilayah kerja
Puskesmas Anjatan pada tahun 2022 sebanyak 56 Posyandu terdiri Posyandu Madya.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar